Maduro Bertemu Utusan Xi Jinping Beberapa Jam Sebelum Ditangkap AS

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat (AS) dalam sebuah operasi besar yang diluncurkan di Caracas. Penangkapan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Maduro mengadakan pertemuan dengan Qiu Xiaoqi, utusan khusus Presiden China Xi Jinping. Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Miraflores, tempat kediaman kepresidenan Venezuela.

Menurut laporan dari Anadolu Agency dan kantor berita Venezuela AVN pada Minggu (4/1/2026), Maduro menerima Qiu Xiaoqi di istana kepresidenan pada Jumat (2/1). Dalam unggahan di Telegram, Maduro mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut berjalan dengan baik dan menyenangkan. “Saya mengadakan pertemuan yang menyenangkan dengan Qiu Xiaoqi, Utusan Khusus Presiden Xi Jinping,” ujarnya.

Maduro menekankan bahwa pertemuan tersebut memperkuat komitmen kerja sama antara China dan Venezuela di berbagai bidang. Dia menyatakan, “Kami menegaskan kembali komitmen kami terhadap hubungan strategis yang berkembang dan menguat di berbagai bidang untuk membangun dunia multipolar yang penuh pembangunan dan perdamaian.”

Pertemuan itu membahas lebih dari 600 kesepakatan yang sedang berjalan antara kedua negara. Selain Maduro, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez dan Menteri Luar Negeri Ivan Gil. Sementara itu, delegasi China terdiri dari Duta Besar China untuk Venezuela, Lan Hu, serta sejumlah pejabat senior dari Kementerian Luar Negeri China seperti Liu Bo, Wang Hao, dan Liu Zen.

Namun, suasana diplomatik tersebut segera berubah ketika pada Sabtu (3/1) dini hari, AS meluncurkan serangan skala besar ke Caracas. Dalam sebuah pernyataan, pemerintah AS mengumumkan bahwa pasukan mereka telah berhasil menangkap Maduro beserta istrinya dan membawa mereka ke Amerika Serikat.

Operasi militer AS ini menandai eskalasi dramatis dalam ketegangan antara Washington dan Caracas, yang telah berlangsung selama bertahun-tahun terkait isu politik, ekonomi, dan hak asasi manusia di Venezuela. Penangkapan Maduro di tengah upaya diplomatik dengan China menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan stabilitas politik di kawasan Amerika Latin.

Dampak dari penangkapan ini diprediksi akan luas, tidak hanya bagi Venezuela tetapi juga bagi hubungan internasional antara AS, China, dan negara-negara Amerika Latin. Banyak pihak kini menunggu respons resmi dari pemerintah China dan negara-negara sekutu Venezuela atas insiden ini.

Situasi di Venezuela saat ini berada di persimpangan yang menentukan. Dengan Maduro berada di tahanan AS, pertanyaan besar muncul tentang siapa yang akan mengambil alih kendali pemerintahan dan bagaimana negara kaya minyak ini akan menghadapi tantangan politik, ekonomi, dan kemanusiaan yang semakin kompleks. Masyarakat internasional pun dituntut untuk bersikap bijak dan mengedepankan dialog guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa stabilitas global tidak dapat dicapai melalui tindakan sepihak, melainkan memerlukan kerja sama multilateral dan penghormatan terhadap hukum internasional. Masa depan Venezuela kini menjadi sorotan dunia, dan langkah selanjutnya akan menentukan arah perdamaian dan kemakmuran di kawasan Amerika Latin.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan