KAI Pastikan Jadwal KA Tetap Normal Meski Atap Peron Stasiun Bogor Terbakar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Atap kanopi di Stasiun Bogor, Kota Bogor, mengalami kebakaran pada hari Minggu (4/1/2026). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di atap peron jalur VIII. Menurut laporan dari PPKA Bogor, percikan api berasal dari kabel instalasi listrik yang menyebabkan kebakaran.

KAI Daop 1 Jakarta segera melakukan penanganan setelah melihat percikan api pada pukul 12.33 WIB. Upaya pemadaman dilakukan bersama-sama dengan pihak terkait seperti PLN. Pada pukul 12.57 WIB, api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman.

Franoto Wibowo, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, mengonfirmasi bahwa tidak ada pembatalan perjalanan kereta api akibat kejadian ini. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan penumpang serta kelancaran operasional KA.

“KAI Daop 1 Jakarta terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan pihak terkait. Akibat kejadian ini, kami informasikan tidak ada dampak kelambatan ataupun pembatalan terhadap perjalanan kereta api,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Kebakaran diduga terjadi karena korsleting listrik pada sistem kabel instalasi. Meskipun sempat menimbulkan kepanikan, penanganan cepat oleh petugas berhasil mencegah api membesar dan merembet ke area lain. Tidak ada korban luka atau kerusakan signifikan selain atap kanopi yang terbakar.

Petugas terus berjaga di lokasi untuk memastikan tidak ada sisa api yang masih menyala. Pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem kelistrikan juga dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Operasional stasiun berjalan normal kembali setelah kejadian tersebut.

Data Riset Terbaru:
Studi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Perkeretaapian (2025) menunjukkan bahwa 68% kebakaran di stasiun kereta api disebabkan oleh korsleting listrik. Faktor utama penyebab korsleting adalah usia kabel yang sudah melebihi batas pakai dan kurangnya perawatan rutin. Penelitian ini merekomendasikan penggantian kabel secara berkala setiap 10 tahun dan pemasangan sistem deteksi dini kebakaran.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Kebakaran di Stasiun Bogor sebenarnya bisa menjadi momentum untuk memperbaiki sistem keamanan kelistrikan di seluruh stasiun. Alih-alih hanya memperbaiki kerusakan, pihak terkait sebaiknya melakukan audit menyeluruh terhadap infrastruktur listrik di stasiun-stasiun lain. Dengan pendekatan proaktif, kejadian serupa bisa dicegah.

Studi Kasus:
Pada tahun 2023, Stasiun Bandung juga mengalami kebakaran serupa akibat korsleting listrik. Namun, karena sistem deteksi dini yang sudah terpasang, api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke area lain. Ini membuktikan pentingnya investasi dalam teknologi keamanan modern.

Infografis:

  • 68% kebakaran stasiun disebabkan korsleting listrik
  • 10 tahun usia ideal penggantian kabel listrik
  • 15 menit waktu rata-rata penanganan kebakaran stasiun
  • 0 korban luka dalam kejadian di Stasiun Bogor

Kejadian di Stasiun Bogor mengingatkan kita betapa pentingnya menjaga infrastruktur vital seperti sistem kelistrikan. Dengan perawatan rutin dan teknologi deteksi dini, keamanan penumpang bisa terjamin. Mari jadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga untuk membangun sistem transportasi yang lebih aman dan andal bagi seluruh masyarakat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan