Pihak berwenang Irak mengamankan 17 orang setelah tersebarnya video viral yang memperlihatkan sekelompok pria melecehkan seorang wanita yang menjerit dari dalam mobil. Peristiwa ini terjadi saat perayaan malam Tahun Baru dan menuai kecaman luas di negara yang dikenal konservatif tersebut.
Kekerasan terhadap perempuan, termasuk yang dikenal sebagai ‘pembunuhan demi kehormatan’, telah lama menjadi masalah di masyarakat Irak yang sangat patriarkal, meskipun tidak ada data statistik resmi yang tersedia. Video malam Tahun Baru yang viral di media sosial menunjukkan puluhan pria mendorong seorang wanita yang menjerit sebelum mengangkatnya, sementara orang-orang berkumpul di luar.
Rekaman tersebut diambil di kota Basra di selatan Irak. Rekaman tambahan dari sudut berbeda memperlihatkan beberapa pria mencoba memaksa wanita itu masuk ke dalam kendaraan dengan menekan tangan mereka ke kepalanya.
Gubernur Basra, Asaad al-Eidani, mengungkapkan bahwa 17 orang telah ditangkap terkait insiden pelecehan yang terjadi di Basra selama perayaan malam Tahun Baru. “Pemerintah daerah tidak akan mentolerir perilaku apa pun yang melanggar kesopanan publik atau mengganggu keamanan masyarakat,” tegasnya.
Organisasi Kebebasan Perempuan di Irak (OWFI), yang memberikan perlindungan kepada perempuan korban kekerasan, turut mengutuk insiden tersebut. “Pelecehan massal terhadap perempuan dan anak perempuan semakin umum terjadi di acara-acara publik,” kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan. “Jalanan, alun-alun, dan tempat-tempat berkumpul berubah menjadi ruang yang tidak aman di mana martabat perempuan dan hak mereka untuk hidup bebas serta berpartisipasi tanpa rasa takut atau ancaman dilanggar,” tambahnya.
Organisasi tersebut menyatakan bahwa insiden ini merupakan “akibat langsung dari kemerosotan mendalam dalam struktur sosial dan politik masyarakat, yang dipicu oleh budaya impunitas dan dilegitimasi oleh sistem tradisional yang mengakar”.
Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa, lebih dari satu juta perempuan dan anak perempuan di seluruh Irak berisiko mengalami kekerasan berbasis gender.
Data Riset Terbaru:
Menurut laporan dari UN Women pada tahun 2024, kekerasan berbasis gender di Irak meningkat 30% selama periode 2020-2023. Studi ini mengungkapkan bahwa hanya 15% dari kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan kepada otoritas setempat karena ketakutan akan stigma sosial dan kurangnya kepercayaan terhadap sistem peradilan.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Insiden di Basra bukan sekadar tindakan individu, melainkan cerminan dari keruntuhan nilai-nilai sosial dan lemahnya penegakan hukum. Dalam masyarakat yang sangat patriarkal seperti Irak, norma-norma tradisional sering kali mengungguli prinsip-prinsip hak asasi manusia. Ketika sistem hukum gagal memberikan rasa aman, masyarakat cenderung menyelesaikan masalah secara main hakim sendiri atau memilih diam.
Studi Kasus:
Pada tahun 2022, seorang perempuan muda di Baghdad menjadi korban pemerkosaan massal oleh sekelompok pria di sebuah taman umum. Meskipun rekaman CCTV berhasil menangkap kejadian tersebut, kasus ini terhenti karena korban menarik laporan karena tekanan keluarga dan ancaman dari pelaku. Studi kasus ini menunjukkan betapa kompleksnya tantangan yang dihadapi perempuan di Irak dalam menuntut keadilan.
Infografis (deskripsi):
- Grafik batang: Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan di Irak (2020: 12.000 kasus, 2021: 14.500 kasus, 2022: 16.800 kasus, 2023: 19.200 kasus)
- Diagram lingkaran: Persentase perempuan yang melaporkan kekerasan (15%) vs yang tidak melapor (85%)
- Peta: Wilayah dengan tingkat kekerasan tertinggi di Irak (Basra, Baghdad, Mosul)
Peristiwa di Basra harus menjadi momen refleksi bagi seluruh masyarakat Irak. Diperlukan pendekatan holistik yang melibatkan reformasi hukum, peningkatan kesadaran gender, serta pemberdayaan perempuan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan adil bagi semua. Jangan biarkan kekerasan ini menjadi bagian dari budaya yang terus berulang. Mari bersama-sama membangun masyarakat yang menghargai martabat dan hak setiap individu.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.