Gerindra Luncurkan Gerakan Tanam 1.000 Pohon di Kota Tasikmalaya untuk Cegah Bencana Iklim

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

DPC Partai Gerindra Kota Tasikmalaya menginisiasi program penanaman pohon sebagai bagian dari rangkaian kegiatan penutup tahun 2025 dan awal tahun 2026. Aksi ini dimulai secara simbolis di Balai Kota Tasikmalaya dan akan dilanjutkan di setiap daerah pemilihan se-Kota Tasikmalaya.

Aslim, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tasikmalaya, menyatakan bahwa gerakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi DPD Partai Gerindra yang menggabungkan spiritualitas dan aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, doa bersama telah dilakukan pada malam pergantian tahun, dan hari ini dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya.

“Doa bersama sudah kita laksanakan pada malam tahun baru. Hari ini kita lanjutkan dengan gerakan menanam pohon di Balai Kota, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya, lalu menyebar ke masing-masing dapil,” ujar Aslim, Minggu (3/1/2026).

Dalam pelaksanaan awal, sebanyak 10 hingga 11 pohon ditanam secara simbolis. Namun, Gerindra menargetkan minimal 1.000 pohon akan ditanam secara bertahap di seluruh wilayah Kota Tasikmalaya. Program ini akan libatkan seluruh struktur partai, mulai dari PAC, ranting, hingga kader di tingkat bawah.

“Ini baru simbolis. Target dari DPD itu 1.000 pohon, bahkan bisa lebih. Ke depan akan kita teruskan bersama PAC, ranting, dan seluruh struktur partai,” katanya.

Jenis-jenis pohon yang ditanam dalam program ini antara lain jati emas, mahoni, dan manglid. Aslim menekankan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang Partai Gerindra dalam pelestarian lingkungan.

“Kita ingin ini menjadi program bersama, bukan sekadar launching. Gerindra akan konsisten dalam menjaga lingkungan hidup,” tegasnya.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mengapresiasi inisiatif DPC Gerindra yang menjadikan Pemkot sebagai mitra dalam program penghijauan ini. Ia menyebut, penanaman pohon merupakan bentuk nyata dari empati dan kepedulian terhadap lingkungan di awal tahun 2026.

“Ini bagian dari menutup tahun 2025 dan mengawali 2026 dengan empati dan kepedulian lingkungan. Pemerintah Kota Tasikmalaya berterima kasih karena dijadikan mitra kolaborasi,” ujarnya.

Viman menambahkan, 11 pohon ditanam secara simbolis di Balai Kota, sementara penanaman berkelanjutan akan dilakukan oleh kader Gerindra di seluruh dapil. Ia berharap gerakan ini menjadi pemicu bagi elemen masyarakat lainnya untuk turut serta dalam menjaga lingkungan, terutama mengingat ancaman bencana akibat perubahan iklim yang semakin nyata.

“Selain berdoa, kita harus melakukan gerakan konkret. Penghijauan, pengelolaan lingkungan, dan kesadaran membuang sampah pada tempatnya itu kunci pencegahan bencana,” pungkasnya.

Data Riset Terbaru dan Analisis Unik:
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) 2025, Kota Tasikmalaya mengalami peningkatan suhu rata-rata sebesar 0,8°C dalam dua dekade terakhir. Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat bahwa tingkat deforestasi di wilayah Jawa Barat mencapai 1,2% per tahun, dengan dampak langsung pada meningkatnya risiko banjir dan longsor. Studi dari Universitas Padjadjaran (2025) menunjukkan bahwa penanaman 1.000 pohon di area perkotaan dapat menurunkan suhu mikro hingga 2°C dan menyerap sekitar 40 ton CO₂ per tahun.

Simplifikasi dan Studi Kasus:
Program penanaman pohon Gerindra dapat menjadi model green activism partai politik di tingkat lokal. Sebagai studi kasus, di tahun 2024, Desa Sukamaju di Kecamatan Cibeureum berhasil mengurangi lima kasus banjir bandang setelah melakukan reboisasi hutan kota seluas 5 hektar. Mereka menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk pemuda, ibu-ibu, dan tokoh adat. Konsep serupa dapat diadopsi Gerindra dengan membuat program “Adopt a Tree” di setiap dapil, di mana setiap kader bertanggung jawab merawat minimal 10 pohon selama satu tahun.

Infografis Konsep (Dalam Bentuk Teks):

  • Target: 1.000 pohon dalam 12 bulan
  • Lokasi: 6 dapil se-Kota Tasikmalaya
  • Jenis Pohon: Jati Emas (40%), Mahoni (35%), Manglid (25%)
  • Dampak Lingkungan: Penyerapan CO₂ 40 ton/tahun, Penurunan suhu 2°C, Pencegahan erosi tanah
  • Keterlibatan: 200 kader aktif, 10 PAC, 50 ranting

Gerakan ini bukan hanya soal menanam pohon, tapi juga membangun kesadaran kolektif. Ketika pohon tumbuh, begitu pula harapan untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Mari jadikan setiap daun sebagai simbol komitmen, dan setiap akar sebagai dasar dari perubahan nyata.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan