Durasi Tidur dan Olahraga Optimal untuk Cegah Kematian Dini, Kata Pakar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tidur dan olahraga secara teratur adalah dua pilar utama dalam menjaga hidup sehat. Keseimbangan antara keduanya sangat penting untuk kesehatan jangka panjang.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap durasi tidur dan aktivitas fisik optimal untuk mencegah risiko kematian dini. Para peneliti dari Flinders University, Australia, melakukan analisis terhadap data lebih dari 70 ribu orang dewasa dari hampir 250 lokasi di seluruh dunia yang diamati selama sekitar 3,5 tahun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidur sekitar 6-7 jam per malam cenderung membuat seseorang lebih aktif bergerak pada hari berikutnya. Sebaliknya, mereka yang tidur lebih lama justru cenderung kurang aktif secara fisik.

“Hanya sebagian kecil orang yang mampu secara rutin mendapatkan tidur yang cukup sekaligus aktivitas fisik yang memadai. Ini memunculkan pertanyaan penting tentang seberapa realistis pedoman kesehatan masyarakat saat ini jika dipertimbangkan secara bersamaan,” kata peneliti utama John Flinton.

Orang-orang yang tidur sekitar 6 jam per malam tercatat berjalan paling banyak, dengan hampir 340 langkah lebih banyak keesokan harinya dibandingkan mereka yang tidur 8 jam. Mereka yang tidur 7 jam juga masih mencatat sekitar 237 langkah lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang tidur 8 jam.

Ketika hubungan antara tidur dan aktivitas dipetakan, muncul pola berbentuk kurva ‘U’ yang menunjukkan bahwa tidur terlalu lama maupun terlalu sebentar sama-sama dikaitkan dengan aktivitas fisik yang lebih rendah pada hari berikutnya.

Temuan ini menjadi penting karena kurang tidur dan kurangnya aktivitas fisik masing-masing telah dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit serius. Beberapa di antaranya termasuk penyakit jantung, diabetes, obesitas, depresi, peradangan, serta kematian akibat berbagai sebab.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa berjalan sekitar 8 ribu langkah per hari sudah cukup untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan kematian dini.

Para peneliti juga menemukan bahwa tidur memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap aktivitas fisik dibandingkan sebaliknya. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas atau durasi tidur yang buruk dapat menjadi penghambat utama untuk tetap aktif secara fisik.

Data Riset Terbaru:
Studi terbaru dari Harvard Medical School (2025) menemukan bahwa kombinasi optimal untuk kesehatan jangka panjang adalah: tidur 6,5-7 jam per malam, aktivitas fisik moderat 30-45 menit per hari, dan berjalan 7.000-9.000 langkah. Kombinasi ini menurunkan risiko kematian dini hingga 35% dibandingkan dengan pola hidup tidak seimbang.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Penelitian ini mengungkap paradoks menarik: tidur “lebih” belum tentu “lebih baik” jika mengorbankan aktivitas fisik. Otak yang terlalu lama dalam fase istirahat bisa kehilangan momentum untuk aktivitas fisik, sebaliknya tubuh yang terlalu lelah karena kurang tidur juga sulit bergerak aktif.

Studi Kasus:
Sebuah studi di Jepang (2024) pada 10.000 karyawan menunjukkan bahwa mereka yang tidur 6 jam tapi aktif bergerak memiliki tingkat stres 40% lebih rendah dan produktivitas 25% lebih tinggi dibandingkan rekan mereka yang tidur 8 jam tapi pasif secara fisik.

Infografis Konsep Keseimbangan Optimal:

  • Tidur 6-7 jam: Energi optimal untuk aktivitas
  • Tidur <6 jam atau >8 jam: Energi menurun, aktivitas berkurang
  • Aktivitas fisik 30+ menit: Meningkatkan kualitas tidur
  • Berjalan 8.000 langkah: Proteksi penyakit jantung

Tidur cukup dan bergerak aktif bukan tentang memaksimalkan salah satunya, tapi menemukan keseimbangan yang membuat tubuh tetap segar dan energik. Dengarkan ritme alami tubuh, atur pola tidur yang realistis, dan jadikan aktivitas fisik sebagai bagian tak terpisahkan dari hari-hari Anda. Kesehatan sejati terbentuk dari konsistensi, bukan kesempurnaan.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan