Bupati Tasikmalaya Lantik Bekti Alamsyah sebagai Direktur Perumda Tirta Sukapura, Tuntut Peningkatan Pelayanan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Bekti Alamsyah resmi menjabat sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya. Pelantikan dilakukan oleh Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, di Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya pada Rabu (31/12/2025).

Usai pelantikan, Cecep Nurul Yakin menyampaikan bahwa Perumda Air Minum Tirta Sukapura memiliki posisi strategis. Selain menyediakan air bersih bagi masyarakat, perusahaan ini juga dituntut memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Perumda Tirta Sukapura punya dua tanggung jawab besar: sosial, yaitu menjamin ketersediaan air bersih, dan ekonomi, yaitu menggenjot PAD. Keduanya harus berjalan seimbang,” ujar Bupati Cecep.

GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam ZonaAnggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!

Bupati menekankan lima fokus utama yang harus dijalankan oleh Direktur dan seluruh jajaran. Pertama, meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. Kedua, mempercepat proses digitalisasi dan inovasi layanan. Ketiga, menekan angka kebocoran air. Keempat, memperkuat solidaritas internal perusahaan. Kelima, menjalankan peran aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Ia menjelaskan bahwa penurunan tingkat kebocoran air bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya. Di sisi lain, digitalisasi diperlukan untuk menciptakan layanan yang transparan, cepat, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Digitalisasi bukan pilihan lagi, tapi keharusan. Ini akan membuat pelayanan lebih efisien dan akuntabel,” tegas Cecep.

Bupati juga menegaskan kepercayaannya terhadap kemampuan Bekti Alamsyah dan seluruh tim untuk membawa perusahaan ke arah yang lebih maju. Ia berharap seluruh elemen perusahaan dapat bekerja secara profesional, solid, dan berorientasi pada peningkatan kinerja.

“Saya yakin dewan pengawas, direksi, dan seluruh karyawan Perumda Air Minum Tirta Sukapura akan bersinergi memajukan perusahaan,” ujarnya.

Lebih jauh, Cecep berharap pelantikan ini menjadi awal baru bagi perusahaan dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan produktivitas, serta menyediakan layanan air bersih yang lebih berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

“Ini bukan sekadar pergantian jabatan, tapi momentum transformasi. Mari kita jadikan Perumda Tirta Sukapura sebagai garda terdepan pelayanan publik yang unggul,” pungkasnya. (Obi)

Data Riset Terbaru:

Berdasarkan laporan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2025, rata-rata tingkat kebocoran air di perusahaan air minum daerah (PDAM) di Indonesia masih berada di kisaran 30-40%. Angka ini jauh dari target nasional yang ditetapkan sebesar 20% pada tahun 2025. Di Jawa Barat, khususnya di daerah pedesaan dan semi perkotaan, tantangan utama masih meliputi infrastruktur jaringan yang menua, keterbatasan anggaran pemeliharaan, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam penghematan air.

Analisis Unik dan Simplifikasi:

Perumda Air Minum Tirta Sukapura berada di posisi krusial. Di satu sisi harus menjaga kualitas pelayanan publik, di sisi lain harus menghasilkan PAD. Kunci suksesnya terletak pada tiga pilar: Teknologi, Sumber Daya Manusia (SDM), dan Tata Kelola.

Studi Kasus:

Kota Surabaya melalui PDAM Surya Sembada berhasil menurunkan tingkat kebocoran dari 45% pada tahun 2015 menjadi 22% pada tahun 2024. Rahasianya adalah penerapan sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) untuk memantau aliran air secara real-time, serta program “Rehabilitasi Jaringan” yang masif. Strategi ini bisa menjadi inspirasi bagi Tirta Sukapura.

Infografis (Konsep):

  • Target: Menurunkan kebocoran air dari 35% menjadi 25% dalam 3 tahun.
  • Langkah Strategis:

    • Audit jaringan secara berkala menggunakan sensor kebocoran.
    • Digitalisasi sistem pembayaran dan pengaduan pelanggan.
    • Pelatihan SDM di bidang manajemen air berkelanjutan.
    • Kampanye penghematan air di sekolah dan desa.

Transformasi Perumda Tirta Sukapura bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga perubahan mindset. Dari sekadar penyedia air, menjadi agen perubahan yang menjaga sumber daya alam sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan kepemimpinan baru, harapan untuk mewujudkan layanan air bersih yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan bukan lagi mimpi. Mari bersama wujudkan Tirta Sukapura yang lebih maju, profesional, dan peduli lingkungan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan