Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mendorong sejumlah perusahaan pelat merah untuk segera melantai di bursa saham. Namun sayangnya, hingga kini belum ada satu pun BUMN yang masuk dalam daftar tunggu initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Padahal, pasar modal kini tengah membuka peluang besar bagi perusahaan-perusahaan berkapitalisasi pasar besar atau dikenal sebagai lighthouse company, yaitu perusahaan dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 3 triliun.
Iman Rachman, Direktur Utama BEI, menegaskan bahwa belum ada proses pendaftaran atau kesiapan dari pihak BUMN untuk melakukan penawaran saham perdana. Menurutnya, meskipun BEI sangat mengharapkan kehadiran BUMN di pasar modal, namun kenyataannya hingga saat ini belum ada tanda-tanda nyata dari perusahaan negara untuk ikut dalam antrean IPO. “Setahu saya belum ada. Belum ada proses, ya,” ujarnya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, pada Jumat (2/1/2026).
Di samping itu, BEI sendiri telah menetapkan sejumlah target strategis untuk tahun 2026. Salah satunya adalah mencapai Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) sebesar Rp 15 triliun. Target ini dirancang berdasarkan proyeksi kondisi makroekonomi nasional dan global yang diperkirakan akan mendukung pertumbuhan pasar modal.
Selain target transaksi harian, BEI juga menargetkan peningkatan jumlah emiten baru. Pada tahun 2026, BEI menargetkan total 555 pencatatan efek, termasuk 50 perusahaan baru yang akan melakukan IPO. Di sisi investor, BEI menargetkan penambahan 2 juta single investor identification (SID) baru, yang menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal.
“BEI mengasumsikan nilai RNTH pada tahun 2026 pada angka Rp 15 triliun. Dari sisi pencatatan, kami menargetkan 555 pencatatan efek di tahun 2026, di antaranya 50 saham baru,” jelas Iman dalam acara pembukaan perdagangan di Main Hall BEI.
Fakta menunjukkan bahwa BUMN telah absen dari IPO di BEI selama dua tahun terakhir. Meskipun demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa keputusan untuk melakukan IPO sepenuhnya merupakan kewenangan masing-masing perusahaan. OJK sendiri terus melakukan sosialisasi dan diskusi dengan BUMN serta anak perusahaannya untuk meningkatkan pemahaman terkait proses IPO dan manfaat yang bisa diperoleh.
“Keputusan untuk melakukan IPO sepenuhnya merupakan pertimbangan dan kebijakan bisnis masing-masing perusahaan,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/12/2025).
Dengan potensi pasar yang besar dan dukungan dari regulator, kehadiran BUMN di bursa saham bisa menjadi katalis positif bagi pasar modal Indonesia. IPO BUMN tidak hanya akan meningkatkan likuiditas pasar, tetapi juga dapat memberikan peluang investasi yang menarik bagi masyarakat luas. Namun, langkah ini membutuhkan kesiapan dan komitmen dari pihak BUMN sendiri untuk membuka ruang bagi publik dalam kepemilikan saham perusahaan.
Dalam konteks global, fenomena perusahaan-perusahaan besar yang melantai di bursa saham bukanlah hal yang asing. Di berbagai negara, perusahaan-perusahaan raksasa seperti Apple, Amazon, dan Tesla telah menjadi ikon pasar modal dunia. Di Indonesia, meskipun belum ada BUMN yang melantai, namun potensi tersebut sangat besar mengingat banyaknya BUMN yang memiliki aset dan pendapatan yang signifikan.
Salah satu contoh nyata adalah perusahaan-perusahaan BUMN di sektor energi, pertambangan, dan infrastruktur yang memiliki aset bernilai triliunan rupiah. Jika perusahaan-perusahaan tersebut membuka peluang IPO, maka tidak hanya akan meningkatkan likuiditas pasar, tetapi juga dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk turut serta dalam pembangunan ekonomi nasional.
Di sisi lain, IPO BUMN juga dapat memberikan manfaat bagi perusahaan itu sendiri. Dengan melantai di bursa saham, perusahaan dapat memperoleh akses ke modal yang lebih luas, meningkatkan transparansi dan tata kelola perusahaan, serta meningkatkan reputasi dan citra perusahaan di mata publik.
Namun, tantangan juga tidak sedikit. BUMN perlu mempersiapkan diri dengan matang, mulai dari aspek keuangan, tata kelola, hingga kesiapan sumber daya manusia. Selain itu, perlu juga adanya dukungan dari pemerintah dan regulator untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi IPO BUMN.
Dalam studi kasus internasional, IPO perusahaan negara seperti Saudi Aramco di Arab Saudi dan PetroChina di Tiongkok memberikan pelajaran berharga. Saudi Aramco, misalnya, berhasil mencatatkan sahamnya di bursa saham dengan nilai yang fantastis, mencapai lebih dari USD 2 triliun. Keberhasilan ini tidak lepas dari persiapan yang matang, dukungan pemerintah, serta minat investor yang tinggi.
Di Indonesia, meskipun belum ada BUMN yang melantai, namun potensi tersebut sangat besar. Dengan dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah, regulator, dan masyarakat, diharapkan dalam waktu dekat akan ada BUMN yang siap melantai di bursa saham, sehingga dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan target-target yang telah ditetapkan oleh BEI dan dukungan dari OJK, pasar modal Indonesia siap menyambut kehadiran BUMN di bursa saham. Meskipun belum ada tanda-tanda nyata dari pihak BUMN, namun harapan tetap ada. Dengan persiapan yang matang dan komitmen yang kuat, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat akan ada BUMN yang siap melantai di bursa saham, memberikan peluang investasi yang menarik bagi masyarakat dan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Mari kita tunggu langkah selanjutnya dari BUMN dan regulator dalam mewujudkan visi pasar modal Indonesia yang lebih maju dan inklusif.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.