Jakarta –
Shawn Layden, mantan eksekutif PlayStation, mengungkapkan bahwa penjualan konsol video game telah mencapai titik jenuh. Ia pun memberi saran kepada Sony, Microsoft, dan Nintendo agar bisnis konsol mereka bisa berkembang lebih luas.
Layden menekankan pentingnya industri game belajar dari masa lalu saat merancang masa depan. Dalam konteks ini, ia merujuk pada kekalahan Betamax dari VHS dalam perang format video pada akhir 1970-an hingga 1980-an.
Betamax, milik Sony, bersaing ketat dengan VHS yang dikembangkan oleh JVC untuk mendominasi pasar perekaman video rumahan. Meskipun Betamax memiliki kualitas gambar yang lebih baik, VHS akhirnya memenangkan persaingan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenangan VHS didukung oleh daya rekam yang lebih lama, lisensi yang tersebar luas (lebih banyak produsen), serta kemitraan strategis dengan studio film. Kerja sama ini memudahkan masyarakat mengakses film dalam format VHS, baik untuk disewa maupun dibeli.
ADVERTISEMENT
“Betamax kalah dari VHS hanya karena satu alasan: VHS melisensikan formatnya ke banyak produsen berbeda. Sony memegang merek dagang paten Betamax yang unik dan segalanya. Ada lisensi yang kami lakukan dengan Toshiba menjelang akhir siklus hidupnya, tetapi tidak pernah tersebar luas seperti VHS,” jelas Layden, dikutip dari IGN, Jumat (2/1/2026).
Layden menjelaskan, orang-orang pada masa itu tidak merasa perlu memiliki perangkat yang sama dengan tetangga mereka. Menurutnya, jika seseorang punya merek TV yang berbeda, itu tidak jadi masalah besar.
“Tetapi begitu tetangga kalian memilih VHS dan kalian ingin menonton kaset film itu, tetapi kalian memiliki Betamax, tiba-tiba… Jadi industri tersebut bersatu di sekitar VHS,” ujarnya.
Ia menekankan, inilah yang seharusnya dilakukan oleh industri game modern. Mereka perlu menciptakan semacam konsorsium format game yang bisa diterima secara luas.
“Mungkin itu berasal dari PC. Mungkin kita menemukan cara untuk melakukan semuanya di kernel Linux atau semacamnya. Dan kemudian kita memiliki konsorsium di sekitarnya. Kita memiliki program lisensi yang memungkinkan produsen lain untuk membangun di ruang itu, dan kemudian kalian dapat berbicara tentang angka nyata yang bergerak,” tambahnya.
Mengikuti logika ini, berarti Sony, Microsoft, dan Nintendo harus bekerja sama dan menyepakati satu format game universal. Dengan begitu, semua game dapat dimainkan di semua konsol tanpa hambatan.
Namun, pertanyaan besar tetap ada: seberapa besar kemungkinan hal ini bisa terwujud? Dalam hal ini, Microsoft mungkin lebih fleksibel karena visi Xbox yang cenderung multiplatform. Sementara itu, Sony mulai membuka jalan dengan merilis game eksklusifnya di PC.
Meski begitu, langkah keduanya masih jauh dari kebijakan multiplatform secara menyeluruh. Dari ketiganya, Nintendo tampaknya memiliki peluang paling kecil untuk bergabung. Gamer pasti tahu bahwa untuk memainkan The Legend of Zelda secara resmi, dibutuhkan konsol genggam milik Nintendo.
“Saya tidak berpikir setiap game seharusnya eksklusif konsol, tetapi saya menerima kenyataan bahwa jika kalian memiliki perusahaan platform seperti Sony dan Nintendo – Microsoft lebih seperti Xbox di mana-mana – ada nilai yang sangat besar bagi merek tersebut dengan memiliki game eksklusif yang kuat,” pungkasnya.
(hps/afr)
TAGS
Data Riset Terbaru:
Penelitian dari Newzoo (2024) menunjukkan bahwa pasar konsol global masih tumbuh, namun pertumbuhannya melambat dibandingkan era sebelumnya. Di sisi lain, pasar game mobile dan PC terus melesat, dengan proyeksi pendapatan lebih dari USD 100 miliar pada 2025. Ini menunjukkan pergeseran preferensi konsumen ke platform yang lebih fleksibel dan terjangkau.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Krisis Betamax vs VHS adalah pelajaran bisnis klasik tentang pentingnya ekosistem terbuka. Dalam konteks game, keterbatasan eksklusivitas konsol mempersempit pasar potensial. Jika game bisa dimainkan lintas platform dengan satu pembelian, konsumen lebih mungkin membeli, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan pengembang dan penerbit.
Studi Kasus:
Epic Games Store dan Steam telah membuktikan bahwa model multiplatform bisa sukses. Game seperti “Fortnite” dan “Rocket League” berhasil menarik jutaan pemain lintas platform, menciptakan komunitas global yang solid. Ini membuktikan bahwa kolaborasi lebih menguntungkan daripada persaingan eksklusivitas.
Infografis (Konsep):
Bayangkan tiga pulau terpisah (Sony, Microsoft, Nintendo) yang masing-masing punya harta karun (game eksklusif). Saat ini, pemain harus punya tiga kapal (konsol) berbeda untuk mengakses semua harta. Jika ketiganya membangun jembatan (format universal), pemain cukup punya satu kapal dan bisa menjelajahi semua pulau, membuat petualangan lebih seru dan menguntungkan bagi semua pihak.
Kesimpulan:
Masa depan industri game bukan tentang siapa yang punya konsol terbaik, tapi siapa yang bisa membangun ekosistem terluas. Kolaborasi antar raksasa konsol bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk bertahan di era digital yang serba terhubung. Mari berpikir lebih luas, bermain lebih bersama, dan menciptakan pengalaman bermain yang benar-benar tanpa batas.
Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.