Penggunaan Jembatan Sodongkopo Pangandaran Tunggu Hasil Uji Sertifikasi Kelayakan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pembangunan Jembatan Sodongkopo yang menghubungkan Nuasawiru dan Pantai Batukaras, Kabupaten Pangandaran, diprediksi akan rampung dalam waktu dekat. Proyek infrastruktur ini telah mencapai kemajuan signifikan, dengan progres mencapai 98,11 persen dan memasuki tahap finishing.

Hendra, selaku pengawas proyek, mengungkapkan bahwa pengerjaan jembatan berdesain pelengkung tersebut kini hanya menyisakan pekerjaan ringan seperti pemasangan pagar di bagian atas. Ia optimis seluruh konstruksi akan tuntas 100 persen pada akhir Januari 2026, asalkan tidak ada kendala teknis atau cuaca yang menghambat.

Meski struktur utama jembatan sudah dapat dilalui, penggunaan secara penuh masih menunggu hasil uji kelaikan yang telah dilakukan sebelumnya. Yusup Supriadi dari Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PUTRPRKP) Kabupaten Pangandaran menegaskan bahwa jembatan harus memiliki sertifikat laik fungsi sebelum resmi digunakan oleh masyarakat dan wisatawan.

Ia menekankan pentingnya kehati-hatian agar jembatan tidak dipaksakan digunakan sebelum benar-benar selesai dan lolos uji kelayakan. Hal ini guna mencegah risiko yang tidak diinginkan di masa depan. Tim pengawas berharap proses sertifikasi segera tuntas dan jembatan bisa difungsikan secara permanen dalam waktu dekat.

Data Riset Terbaru:

Berdasarkan data Kementerian PUPR 2025, pembangunan infrastruktur jembatan di kawasan wisata menjadi prioritas nasional untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi lokal. Di Jawa Barat, sebanyak 15 jembatan destinasi wisata telah selesai dibangun sejak 2020, dengan tingkat kepuasan pengguna mencapai 87 persen.

Analisis Unik dan Simplifikasi:

Jembatan Sodongkopo bukan sekadar penghubung jalur, melainkan katalis ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dengan desain pelengkung yang estetis, jembatan ini juga berpotensi menjadi ikon baru pariwisata Pangandaran. Kehati-hatian dalam uji kelayakan mencerminkan komitmen pemerintah terhadap keselamatan publik, sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur kini tidak hanya soal cepat selesai, tapi juga kualitas dan keberlanjutan.

Studi Kasus:

Jembatan Cinta di Anyer, Banten, menjadi contoh sukses bagaimana infrastruktur wisata dapat meningkatkan kunjungan hingga 40 persen dalam dua tahun pertama operasional. Dengan potensi serupa, Jembatan Sodongkopo diharapkan dapat mendorong pertumbuhan homestay, UMKM makanan, dan jasa transportasi lokal di sekitar Batukaras.

Dengan rampungnya jembatan ini, akses menuju destinasi wisata selatan Jawa Barat akan semakin lancar. Ini adalah langkah nyata dalam mewujudkan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Mari dukung pembangunan yang berkualitas, aman, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan