Pencarian Bocah 6 Tahun yang Hilang di Selokan Kota Tasikmalaya Dihentikan Sementara dan Dilanjutkan Pagi Ini

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Di sekitar selokan Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun dilaporkan hilang pada Jumat (2/1/2026). Upaya pencarian terpaksa dihentikan sementara malam harinya dan akan kembali dilakukan pada Sabtu (3/1/2026) pagi dengan melibatkan tim BPBD Kota Tasikmalaya.

Kompol Rusdiyanto, Kapolsek Cihideung, menjelaskan bahwa proses penyisiran dimulai sejak laporan orang hilang diterima sekitar pukul 18.10 WIB. Meskipun telah dilakukan penyisiran panjang oleh aparat kepolisian, BPBD, dan warga sekitar, hingga malam hari belum ditemukan petunjuk mengenai keberadaan korban.

Hujan deras yang terjadi sebelumnya menjadi kendala utama dalam pencarian, selain minimnya pencahayaan di sekitar lokasi. Penyisiran dilakukan sepanjang selokan, jalur aliran air, hingga wilayah Tawang yang saling terhubung dengan saluran air yang sempat meluap akibat hujan deras.

“Karena sudah malam dan visibilitas sangat terbatas, pencarian akan lebih efektif jika dilanjutkan besok pagi,” ujar Rusdiyanto, menekankan rencana pencarian yang akan lebih terkoordinasi dengan BPBD Kota Tasikmalaya.

Kasus hilangnya bocah ini berawal saat korban menemani ibunya yang sedang melakukan verifikasi penerimaan bantuan sosial di wilayah Tugujaya. Saat menunggu, korban meminta jajan dan diantar oleh kakaknya ke warung yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi. Namun, setelah kakaknya melakukan pembayaran, korban berpamitan untuk menyusul ibunya dan tidak kunjung kembali hingga proses verifikasi selesai. Pencarian mandiri oleh keluarga tidak membuahkan hasil, sehingga akhirnya dilaporkan ke kepolisian.

Rusdiyanto memastikan bahwa pencarian akan dilanjutkan esok hari mulai pukul 07.00 WIB dengan fokus pada titik-titik berisiko seperti saluran air, selokan besar, dan jalur aliran yang berpotensi dilalui korban. “Besok mulai pukul tujuh pagi pencarian akan kembali kami lanjutkan bersama BPBD Kota Tasikmalaya. Mudah-mudahan ada perkembangan,” pungkasnya.

Data Riset Terbaru:
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 2025, kasus anak hilang di Indonesia masih menjadi perhatian serius, dengan lebih dari 2.000 laporan setiap tahunnya. Sebagian besar kejadian terjadi di area publik seperti pasar, tempat ibadah, dan lokasi keramaian lainnya. Faktor cuaca ekstrem seperti hujan deras dan banjir sering memperparah situasi, menghambat proses pencarian dan meningkatkan risiko keselamatan korban.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya kepekaan dan kewaspadaan orang tua terhadap lingkungan sekitar, terutama di area dengan saluran air terbuka. Pencarian yang terkoordinasi dengan cepat dan melibatkan berbagai pihak seperti BPBD, kepolisian, dan masyarakat sangat penting dalam meningkatkan peluang penemuan korban. Selain itu, penerangan yang memadai dan sistem peringatan dini di area rawan juga perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah.

Studi Kasus:
Pada tahun 2023, di wilayah Jawa Barat pernah terjadi kasus serupa di mana seorang anak hilang di area selokan setelah hujan deras. Proses pencarian yang dilakukan selama 48 jam akhirnya berhasil menemukan korban dalam keadaan selamat di saluran air yang jauh dari lokasi awal. Keberhasilan ini tidak lepas dari koordinasi yang baik antara tim SAR, masyarakat, dan pihak kepolisian.

Setiap detik sangat berarti dalam kasus anak hilang. Mari tingkatkan kewaspadaan, dukung upaya pencarian, dan jaga keamanan lingkungan sekitar agar kejadian serupa tidak terulang. Bersama, kita bisa memberikan yang terbaik untuk keselamatan anak-anak kita.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan