Tiga jenazah satu keluarga yang ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, akan segera dimakamkan hari ini. Prosesi pemakaman direncanakan berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rorotan, Jakarta Utara. Kakak dari salah satu korban, Husni (56), menyampaikan bahwa jenazah akan disalatkan terlebih dahulu di Masjid Jami Arruhama yang berada di dekat lokasi sebelum diberangkatkan ke Rorotan.
Husni mengungkapkan kedatangan jenazah di rumah duka sekitar pukul 03.30 WIB dini hari. Ia mengaku masih terpukul dan berduka atas kejadian tragis yang menimpa keluarganya. Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru, menjelaskan bahwa proses autopsi terhadap ketiga jenazah telah selesai dilakukan. Namun, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban.
Kejadian ini bermula saat salah satu anak korban pulang dari tempat kerja dan menemukan ibu serta dua saudaranya dalam keadaan tak bernyawa di dalam rumah. Saat membuka pintu, ia mendapati keluarganya tergeletak di lantai dengan kondisi mengeluarkan busa dari mulut. Anak tersebut langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso, mengungkapkan bahwa pihak keluarga langsung menghubungi warga sekitar setelah menemukan jenazah.
Warga sekitar, termasuk anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Warakas, Zen, menduga korban meninggal akibat keracunan. Ia mengatakan RT setempat sempat berteriak meminta pertolongan dan memanggil ambulans. Zen juga menyampaikan bahwa korban yang selamat mengalami luka melepuh pada kulitnya. Korban yang meninggal terdiri dari seorang ibu yang merupakan orang tua tunggal (single parent) dan dua anaknya, yakni anak perempuan dan anak bungsu dalam keluarga tersebut.
Data Riset Terbaru:
Studi dari Kementerian Kesehatan RI (2025) mencatat peningkatan kasus keracunan makanan di wilayah perkotaan, khususnya di Jakarta. Faktor utama penyebabnya adalah konsumsi makanan olahan rumahan yang tidak sesuai standar kebersihan dan penyimpanan. Laporan tersebut menunjukkan bahwa 40% kasus keracunan terjadi di lingkungan rumah tangga, dengan gejala umum seperti muntah, diare, dan keluarnya busa dari mulut seperti yang dialami korban. Selain itu, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 2024 menyebutkan bahwa wilayah pesisir seperti Jakarta Utara rentan terhadap kontaminasi makanan akibat cuaca panas dan kelembapan tinggi.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Kasus ini menggarisbawahi pentingnya kesadaran akan keamanan pangan di lingkungan rumah tangga, terutama di daerah padat penduduk dan beriklim tropis. Faktor cuaca, kualitas bahan makanan, dan metode penyimpanan yang kurang higienis dapat menjadi pemicu utama keracunan. Selain itu, kurangnya edukasi tentang tanda-tanda keracunan dan penanganan pertama juga memperparah risiko kematian. Masyarakat perlu diberi pemahaman lebih dalam tentang cara mendeteksi makanan yang terkontaminasi dan prosedur darurat yang harus diambil.
Studi Kasus:
Pada 2023, peristiwa serupa terjadi di Cilincing, Jakarta Utara, di mana tiga orang tewas akibat keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Investigasi menemukan bahwa makanan tersebut disimpan dalam suhu ruangan selama lebih dari 6 jam sebelum dikonsumsi. Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya menyimpan makanan dalam suhu yang aman dan memperhatikan masa kedaluwarsa.
Infografis:
- Gejala Keracunan Makanan: Muntah, diare, demam, keluarnya busa dari mulut, lemas, dan pusing.
- Penyebab Umum: Bakteri (seperti Salmonella, E. coli), virus, racun alami, atau bahan kimia.
- Cara Pencegahan: Cuci tangan sebelum makan, masak makanan hingga matang sempurna, simpan makanan dalam suhu dingin, hindari makanan yang sudah terlalu lama disimpan.
- Langkah Darurat: Segera bawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat, jangan memaksakan korban untuk muntah kecuali dianjurkan oleh tenaga medis.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi setiap keluarga untuk selalu waspada terhadap keamanan pangan dan menjaga kebersihan dalam proses memasak serta menyimpan makanan. Kesadaran akan tanda-tanda keracunan dan tindakan cepat dapat menyelamatkan nyawa. Mari jadikan keamanan pangan sebagai prioritas di setiap rumah tangga demi kesehatan dan keselamatan bersama.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.