
TASIKMALAYA, Thecuy.com — Upaya pengungkapan peristiwa hilangnya seorang anak laki-laki berusia 6 tahun di area selokan Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, menghadapi tantangan besar.
Terbatasnya kamera pengawas (CCTV) yang berfungsi serta kondisi penerangan yang buruk di sekitar lokasi membuat petugas kepolisian kesulitan mendapatkan bukti visual penting.
Kapolsek Cihideung, Kompol Rusdiyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap CCTV di sejumlah titik, termasuk di sekitar Kantor Kelurahan Tugujaya dan rute yang kemungkinan dilalui korban.
Namun, hasil pengecekan tersebut belum mampu memberikan petunjuk jelas mengenai arah pergerakan anak tersebut.
TPG Guru dan Utang Belanja Jadi Sorotan Awal Tahun, BPKAD Kota Tasikmalaya Dipanggil Wali KotaSedekah Jumat Al-Mumtaz, Ribuan Nasi Box Disalurkan untuk Warga Kota Tasikmalaya
“Kami telah mengecek CCTV di sekitar lokasi kejadian. Beberapa di antaranya dalam keadaan mati, dan ada pula yang arah pengarahannya tidak ke jalan melainkan ke halaman rumah warga,” ujar Rusdiyanto, Jumat (2/1/2026) malam, di lokasi kejadian.
Kondisi ini menyebabkan aktivitas orang-orang di sekitar lokasi tidak terekam dengan jelas.
Kondisi semakin diperburuk oleh minimnya penerangan jalan, terutama pada saat hujan turun di waktu kejadian.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kawasan di sekitar kantor kelurahan dan selokan tampak gelap.
Terbatasnya lampu penerangan membuat jarak pandang berkurang, sehingga rekaman CCTV yang tersedia tidak mampu menangkap aktivitas secara detail.
Peristiwa hilangnya anak tersebut terjadi pada Jumat sore, dan laporan resmi diterima oleh pihak kepolisian sekitar pukul 18.10 WIB.
Berdasarkan keterangan sementara, korban saat itu sedang menemani ibunya yang sedang melakukan verifikasi penerimaan bantuan sosial di wilayah Tugujaya.
Polres Tasikmalaya Kota Konsolidasi Internal: Puluhan Personel Naik Pangkat, Jabatan Kunci BergantiPagi Hari Awal Tahun Tanpa di Meja Dinas, ASN Kota Tasikmalaya Diajak Lari
Sewaktu menunggu, korban meminta izin untuk membeli jajanan dan diantar oleh kakaknya ke sebuah warung yang berjarak sekitar 20 meter dari lokasi.
Akan tetapi, ketika kakaknya sedang melakukan pembayaran, korban meminta izin untuk kembali menemui ibunya. Sejak saat itu, korban tidak pernah kembali ke tempat ibunya berada.
“Kami langsung melakukan tindakan setelah laporan diterima. Namun hingga saat ini, CCTV belum memberikan bantuan yang signifikan,” jelas Rusdiyanto.
Dengan minimnya bukti visual, kepolisian kini mengandalkan pencarian manual, keterangan dari saksi-saksi, serta koordinasi dengan BPBD dan warga sekitar untuk memperluas area penyisiran di Kota Tasikmalaya. (ayu sabrina barokah)
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.