Bencana alam yang melanda Sumatra memicu aksi solidaritas nasional dari dunia koperasi. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan komitmen penuh Gerakan Koperasi dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial di wilayah terdampak. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Intervensi Transisi Pemulihan di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta.
Ferry mengungkapkan bahwa tiga provinsi menjadi fokus utama penanganan: Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Di Sumatra Utara, kerugian material yang dialami koperasi akibat banjir dan longsor mencapai angka fantastis, yaitu Rp 37,72 miliar. Jumlah ini mencerminkan betapa parahnya dampak bencana terhadap sektor ekonomi mikro yang menjadi tulang punggung masyarakat setempat.
Selain itu, terdapat sembilan koperasi mitra LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) yang mengalami kerugian sebesar Rp 20,66 miliar. Lima koperasi berada di Aceh dan empat lainnya di Sumatra Utara. Menghadapi kondisi tersebut, Kemenkop melalui LPDB segera mengambil langkah strategis berupa restrukturisasi pembiayaan. Kebijakan ini mencakup pemberian masa tenggang (grace period) dan perpanjangan jangka waktu cicilan hingga 60 bulan, dengan tujuan meringankan beban operasional koperasi yang sedang berjuang bangkit.
Upaya pemulihan tidak hanya berfokus pada aspek keuangan, tetapi juga pada bantuan kemanusiaan langsung. Gerakan Koperasi Peduli Bencana Sumatera telah menyalurkan berbagai kebutuhan dasar seperti pembalut wanita, hygiene kit, toilet portabel, alat penyulingan air, mainan anak, paket makanan bayi, mushaf Al-Qur’an, dan kain kafan. Donasi yang terkumpul dari berbagai elemen koperasi mencapai Rp 1,86 miliar, dan Kemenkop berencana menambah alokasi dana untuk program ini.
Sebagai bentuk pendekatan jangka menengah, Kemenkop akan mendirikan posko-posko di tiga lokasi strategis: Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, dan Agam. Posko ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat distribusi bantuan, tetapi juga sebagai pusat konsolidasi bagi seluruh pihak yang ingin membantu mengaktifkan kembali kegiatan usaha koperasi yang sempat terhenti. Selain itu, posko akan menyediakan layanan suplai barang-barang kebutuhan Hunian Tetap Sementara (Huntara).
Efektivitas program pemulihan sangat bergantung pada data yang akurat dan terperinci. Ferry menekankan pentingnya pendataan pasca bencana sebagai dasar perencanaan yang tepat sasaran. Ia mengingatkan bahwa tanpa data yang valid, upaya pemulihan akan terus mengulang proses pendataan yang membuang waktu dan sumber daya.
Untuk mendukung kebangkitan ekonomi masyarakat, Kemenkop akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur pendukung seperti gerai, gudang, dan sarana lainnya bagi Koperasi Desa (Kopdes) dan Kelompok Merah Putih yang terdampak. Selain itu, koperasi-koperasi tersebut akan mendapatkan pendampingan intensif dalam bentuk pemulihan usaha dan penguatan kelembagaan agar dapat segera kembali beroperasi dan menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Rakor ini dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi, termasuk Menteri Koordinator PMK Pratikno, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Menteri UMKM Maman Abdurahman. Kolaborasi antar kementerian ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan memastikan bahwa bantuan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Dengan dukungan penuh dari seluruh elemen Gerakan Koperasi dan sinergi antar kementerian, diharapkan masyarakat Sumatra dapat segera bangkit dari keterpurukan akibat bencana alam. Koperasi, sebagai lembaga ekonomi yang berakar pada prinsip gotong royong, diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam membangun kembali perekonomian masyarakat yang tangguh dan berkelanjutan.
Pemulihan pasca bencana bukanlah tugas yang mudah, namun dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan komitmen yang kuat dari seluruh pihak, Sumatra akan kembali bangkit. Koperasi, dengan jaringan yang luas dan kedekatannya dengan masyarakat, memiliki peran strategis dalam membangun kembali perekonomian lokal yang tangguh. Mari bersama-sama mendukung upaya pemulihan ini, karena setiap kontribusi, sekecil apa pun, akan memberikan dampak besar bagi saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan. Kita bisa, Sumatra bangkit!
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.