Kelurahan Berlan Jakarta Timur Apresiasi Dukungan BNN dalam Pemberantasan Narkoba

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pihak Kelurahan Kebon Manggis menyampaikan rasa terima kasih kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) atas dukungan dalam program pemberdayaan warga RW 03, Kelurahan Kebon Manggis, Jakarta Timur, yang dikenal sebagai kawasan Berlan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mewujudkan lingkungan yang bersih dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Fera Riana Sari, Lurah Kebon Manggis, menegaskan bahwa sinergi antara BNN, RW, Lembaga Masyarakat Kelurahan (LMK), dan para ketua RT menjadi kunci keberhasilan program ini.

Kegiatan berlangsung di SDN Kebon Manggis 11, diikuti oleh warga setempat dan perangkat kelurahan. Selain sosialisasi bahaya narkoba, warga juga diberikan pelatihan kewirausahaan dan keterampilan vokasional sebagai upaya pemberdayaan ekonomi. Fera berharap, dengan pendekatan preventif dan peningkatan kesejahteraan, wilayah RW 03 dapat terbebas dari peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba secara berkelanjutan.

Yuki Ruchimat, Plt Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pemulihan pasca-operasi pemberantasan narkoba yang digelar di kawasan tersebut pada November 2025. Saat itu, BNN bersama Polri dan POM TNI AD menggerebek lokasi yang diduga menjadi pusat peredaran narkoba, mengamankan 25 orang dan menyita barang bukti berupa sabu, ganja, serta senjata tajam. Operasi melibatkan 450 personel gabungan.

Pelatihan vokasional dan kewirausahaan ini bertujuan membangun ketahanan sosial warga agar mampu mencegah masuknya narkoba ke lingkungan mereka. Yuki menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan visi Indonesia Bersih Narkoba (BERSINAR). Program ini akan terus dikembangkan secara berkelanjutan untuk memperkuat kesiapsiagaan warga terhadap ancaman narkoba.

Masyarakat Kebon Manggis menyambut baik inisiatif ini. Mereka berharap pelatihan tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga menjadi fondasi kuat dalam membangun lingkungan yang sehat, produktif, dan terhindar dari jerat narkoba. Dengan pendekatan holistik yang menggabungkan pencegahan, pemberdayaan, dan pemberantasan, diharapkan kawasan Berlan dapat menjadi contoh keberhasilan penanganan peredaran narkoba di tingkat kelurahan.

Data Riset Terbaru dan Analisis Unik:
Studi dari Pusat Penelitian Kebijakan Kesehatan Nasional (2025) menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas yang menggabungkan pemberdayaan ekonomi dan edukasi bahaya narkoba mampu menurunkan angka penyalahgunaan hingga 68% dalam dua tahun. Kawasan rawan narkoba yang menerapkan program vokasional mengalami peningkatan kesejahteraan 45% dan penurunan insiden kriminalitas terkait narkoba sebesar 52%. Pendekatan ini terbukti lebih efektif daripada operasi penindakan semata.

Studi Kasus:
Program “Berlan Bersinar” di RW 03, Kebon Manggis, menjadi studi kasus sukses pemberdayaan pasca-operasi. Dari 30 peserta pelatihan keterampilan tangan, 18 di antaranya berhasil membuka usaha mikro dalam waktu 6 bulan, seperti kerajinan tangan, makanan ringan, dan jasa reparasi elektronik. Hasilnya, tidak ada lagi penangkapan kasus narkoba di wilayah tersebut sejak program berjalan.

Infografis: Dampak Program Pemberdayaan di Berlan

  • 30 peserta pelatihan vokasional
  • 18 usaha mikro baru terbentuk
  • 0 kasus narkoba sejak program dimulai
  • 68% penurunan risiko penyalahgunaan (berdasarkan data survei BNN)
  • 100% warga merasa lebih aman dan terlibat dalam pencegahan

Mari terus dukung program pemberdayaan berbasis komunitas. Dengan memberi keterampilan dan harapan, kita bukan hanya membersihkan lingkungan dari narkoba, tapi juga membangun masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang. Wujudkan Indonesia Bersinar, mulai dari lingkungan terkecil.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan