Meksiko baru-baru ini diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,5 yang menewaskan dua orang dan melukai 12 lainnya. Pusat gempa tercatat berada di dekat kota San Marcos, negara bagian Guerrero, dekat resor pantai Pasifik Acapulco. Guncangan terasa hingga Mexico City, ibu kota Meksiko, yang berjarak sekitar 400 kilometer dari pusat gempa.
Berdasarkan data Badan Survei Geologi AS, gempa terjadi pada pukul 07.58 waktu setempat (13.58 GMT) pada Jumat (2/1/2026). Di Mexico City, alarm gempa berbunyi, membuat warga berhamburan ke jalanan. Presiden Claudia Sheinbaum bahkan harus menghentikan konferensi pers harian saat gempa melanda.
Korban jiwa pertama dilaporkan adalah seorang pria berusia 60 tahun yang tewas setelah terjatuh dari lantai dua apartemennya saat berusaha menyelamatkan diri. Korban kedua, seorang wanita berusia 50 tahun, tewas tertimbun reruntuhan rumahnya yang runtuh akibat guncangan. Wali Kota Mexico City, Clara Brugada, mengonfirmasi 12 orang lainnya mengalami luka-luka, meskipun tidak ada kerusakan besar yang dilaporkan di kota tersebut.
Di lokasi terdampak parah, San Marcos, Wali Kota Misael Morenzo Castillo melaporkan sekitar 50 rumah hancur total dan hampir semua bangunan mengalami retakan. Seorang warga setempat, Rogelio Moreno, mengatakan rumahnya rusak parah dan menyebut bahwa “San Marcos sangat terdampak, hancur.” Meksiko dikenal sebagai salah satu negara paling aktif secara seismik di dunia karena terletak di antara lima lempeng tektonik. Negara ini telah mengembangkan sistem peringatan dini, termasuk aplikasi ponsel dan pengeras suara di tiang lampu, untuk memperingatkan warganya tentang potensi gempa kuat.
Meksiko terletak di antara lima lempeng tektonik besar, menjadikannya salah satu wilayah paling rawan gempa di dunia. Untuk mengurangi risiko, pemerintah telah membangun sistem peringatan dini yang meliputi aplikasi ponsel dan speaker publik di tiang lampu untuk memberi tahu masyarakat tentang potensi gempa besar. Sistem ini sempat aktif saat gempa terjadi, memicu warga Mexico City keluar dari gedung-gedung untuk menyelamatkan diri.
Data terbaru menunjukkan bahwa gempa berkekuatan Magnitudo 6,5 ini terjadi pada kedalaman sekitar 20 kilometer, yang termasuk dalam kategori gempa dangkal. Gempa dangkal cenderung menimbulkan dampak lebih besar di permukaan dibandingkan gempa dalam, meskipun magnitudonya sama. Menurut penelitian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia, gempa dangkal seperti ini sering menyebabkan kerusakan struktural yang signifikan, terutama di daerah dengan infrastruktur yang tidak tahan gempa.
Sebuah studi dari Universitas Nasional Meksiko (UNAM) tahun 2025 mengungkapkan bahwa wilayah Guerrero, tempat gempa terjadi, merupakan zona subduksi aktif yang memiliki potensi besar untuk menghasilkan gempa besar di masa depan. Studi tersebut menyarankan agar pemerintah daerah meningkatkan ketahanan bangunan dan melatih masyarakat dalam prosedur evakuasi darurat.
Infografis dari Pusat Penelitian Seismologi Meksiko menunjukkan bahwa sejak tahun 1985, wilayah ini telah mengalami lebih dari 20 gempa berkekuatan di atas Magnitudo 6,0. Gempa tahun 1985 dengan kekuatan Magnitudo 8,0 pernah menewaskan lebih dari 10.000 orang di Mexico City. Data ini menegaskan pentingnya sistem peringatan dini dan ketahanan infrastruktur di wilayah rawan gempa seperti Meksiko.
Dua nyawa melayang dan puluhan rumah hancur akibat gempa Meksiko. Peristiwa ini mengingatkan kita betapa pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam. Investasi dalam teknologi peringatan dini, pembangunan infrastruktur tahan gempa, serta edukasi masyarakat tentang mitigasi bencana bukanlah pilihan, melainkan keharusan. Jadikan setiap guncangan sebagai pelajaran berharga untuk membangun masa depan yang lebih tangguh dan siap menghadapi ujian alam.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.