Galaxy S26 Plus Bocor, Ukuran Layar Ternyata Sangat Besar

Saskia Puti

By Saskia Puti

Samsung Galaxy S26 Plus dilaporkan akan mengusung dimensi layar yang lebih besar dari prediksi awal. Bocoran terkini dari render CAD memperlihatkan ukuran fisik yang signifikan, menempatkan perangkat ini lebih mendekati varian Ultra. Informasi ini muncul bersamaan dengan spekulasi fitur koneksi satelit yang mungkin hadir di seri flagship 2026 tersebut.

Render Computer-Aided Design (CAD) yang tersebar di komunitas daring mengungkapkan bahwa Galaxy S26 Plus akan memiliki panjang sekitar 162,5 mm dan lebar 77,5 mm. Ukuran ini membuatnya hanya sedikit lebih besar dibandingkan pendahulunya, Galaxy S25 Plus, yang memiliki dimensi 162,4 mm x 77,3 mm. Perbedaan yang hampir tidak terasa ini menunjukkan adanya strategi baru dalam lini produk Samsung.

Jika bocoran ini akurat, maka layar Galaxy S26 Plus kemungkinan akan tetap di angka 6,7 inci, sama seperti generasi sebelumnya. Namun, bodi yang lebih besar bisa mengakomodasi bezel yang lebih tipis atau komponen internal yang lebih banyak. Perubahan ini juga berpotensi memengaruhi ergonomi dan daya tarik pasar yang menginginkan perangkat besar tanpa harus melangkah ke model Ultra.

Bocoran ukuran ini bukan satu-satunya kabar yang beredar tentang Galaxy S26 series. Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa Samsung sedang mempertimbangkan untuk membekali seri S26 dengan kemampuan koneksi satelit. Fitur ini memungkinkan pengguna mengirim pesan atau melakukan panggilan darurat di area tanpa sinyal seluler, sebuah teknologi yang mulai populer di smartphone premium.

Implementasi koneksi satelit di Android sendiri sedang dalam pengembangan, dengan Google merencanakan fitur koneksi satelit mudah di Android. Kolaborasi antara Samsung, Google, dan penyedia chipset seperti Qualcomm atau Exynos Modem diperlukan untuk mewujudkannya. Modem Exynos terbaru Samsung telah menunjukkan kemampuan yang menjanjikan untuk teknologi nirkabel mutakhir.

Namun, adopsi komunikasi satelit membawa tantangan tersendiri, termasuk masalah keamanan. Seperti yang pernah diungkap dalam laporan sebelumnya, transmisi data satelit mayoritas tidak terenkripsi dan mudah disadap. Kerentanan ini juga terlihat pada insiden satelit geostasioner yang bocor sehingga data konsumen dan militer terbuka. Samsung tentu harus memastikan lapisan keamanan yang kuat jika fitur ini benar akan dihadirkan.

Di sisi desain, render CAD juga memberikan gambaran tentang tampilan belakang Galaxy S26 Plus. Kamera tampaknya akan tetap diatur dalam konfigurasi vertikal di sudut kiri atas, mirip dengan desain Galaxy S24 dan S25. Namun, selalu ada ruang untuk penyempurnaan detail dan material sebelum produk akhir dirilis.

Peningkatan ukuran Galaxy S26 Plus yang nyaris menyamai varian Ultra mengisyaratkan sebuah penyelarasan dalam portofolio Samsung. Perusahaan mungkin ingin memperkuat daya saing Plus di segmen high-end, menawarkan pengalaman layar besar dan fitur lengkap dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan Ultra. Langkah ini dapat menjadi respons terhadap persaingan ketat dari vendor China yang gencar menawarkan spesifikasi premium di kelas menengah atas.

Pasar smartphone global terus berkembang dengan permintaan akan perangkat yang memiliki layar luas untuk produktivitas dan konsumsi konten. Dengan mendekatkan ukuran S26 Plus ke Ultra, Samsung berpotensi menarik konsumen yang menginginkan layar besar tetapi merasa fitur seperti S-Pen pada Ultra tidak diperlukan. Segmentasi yang lebih jelas antara Plus dan Ultra berdasarkan fitur, bukan hanya ukuran, bisa menjadi strategi yang efektif.

Bocoran ini tentu masih perlu dikonfirmasi keabsahannya. Samsung biasanya menjaga ketat detail produknya hingga mendekati peluncuran resmi. Peluncuran Galaxy S26 series sendiri diperkirakan akan berlangsung pada awal tahun 2026, mengikuti siklus tahunan perusahaan. Selain ukuran dan fitur satelit, spekulasi lain juga beredar mengenai chipset yang akan digunakan. Kemungkinan besar seri ini akan ditenagai oleh prosesor Snapdragon 8 Gen 5 untuk pasar global atau chipset Exynos terbaru untuk wilayah tertentu. Peningkatan di bidang kamera, baterai, dan perangkat lunak dengan One UI 8 juga menjadi hal yang dinantikan.

Perkembangan teknologi komunikasi satelit pada smartphone akan menjadi salah satu hal yang paling ditunggu. Jika Samsung berhasil mengintegrasikannya dengan mulus, seperti demo fitur satelit di Pixel, ini bisa menjadi pembeda utama di pasar yang semakin padat. Namun, semua masih berada di ranah rumor dan analisis industri.

Informasi lebih lanjut mengenai Samsung Galaxy S26 series, termasuk konfirmasi spesifikasi dan fitur, diharapkan akan mulai bermunculan dalam beberapa bulan mendatang seiring dengan dimulainya fase produksi massal. Hingga saat itu, komunitas penggemar dan analis teknologi akan terus memantau setiap petunjuk dan bocoran yang muncul.

Data Riset Terbaru: Studi dari IDC pada Q4 2025 menunjukkan peningkatan permintaan smartphone dengan layar besar di segmen premium, terutama di kawasan Asia Tenggara. Analisis Unik dan Simplifikasi: Strategi Samsung mendekatkan ukuran Plus ke Ultra bisa menjadi langkah cerdas untuk menangkap pasar menengah atas yang menginginkan spesifikasi premium tanpa harus membayar harga Ultra. Studi Kasus: Vendor China seperti Xiaomi dan Oppo telah berhasil menarik konsumen dengan menawarkan spesifikasi premium di kelas menengah atas, membuat Samsung harus berinovasi untuk mempertahankan posisinya.

Galaxy S26 Plus tampaknya akan menjadi perangkat yang menarik dengan ukuran layar yang lebih besar dan potensi fitur koneksi satelit. Meskipun masih dalam tahap rumor, perubahan ini menunjukkan bahwa Samsung terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan pasar yang dinamis. Dengan strategi segmentasi yang jelas dan inovasi teknologi, Samsung berpotensi memperkuat posisinya di pasar smartphone global. Tunggu saja kehadirannya di awal 2026 mendatang.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan