Viral di media sosial sebuah unggahan yang memperlihatkan wisatawan mengeluhkan harga makanan yang dianggap tidak wajar di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @yogyakarta.keras, tampak tiga porsi nasi gudeg dengan telur serta es teh manis dibanderol seharga Rp 85 ribu. Meski demikian, video tersebut tidak menunjukkan secara eksplisit warung atau tempat makan yang dimaksud, hanya memperlihatkan sebuah gang kecil di sekitar kawasan Malioboro. Narasi dalam unggahan tersebut memperingatkan pengunjung agar berhati-hati saat memilih makanan di kawasan tersebut karena harganya tergolong mahal.
Terkait hal ini, Fitria Dyah Anggraeni, selaku Kepala UPT Malioboro, menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengatur harga makanan yang ditawarkan oleh pelaku usaha di kawasan tersebut. Namun, menurutnya Dinas Pariwisata telah melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha kuliner agar selalu mencantumkan daftar harga secara transparan sebagai upaya pencegahan terjadinya kekecewaan dari wisatawan. Anggi, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya keterbukaan informasi harga demi menjaga kenyamanan pengunjung.
Selain itu, pihak UPT Malioboro secara aktif memberikan imbauan kepada wisatawan melalui pos-pos Tourist Information Services (TISA) yang tersebar di kawasan Malioboro. Petugas di pos tersebut rutin mengingatkan para wisatawan untuk selalu memastikan harga makanan sebelum memesan. Anggi juga mengajak wisatawan untuk memilih tempat makan yang jelas menunya dan terbuka soal harga, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman atau kekecewaan setelah pembayaran dilakukan. Upaya ini merupakan bagian dari strategi menjaga citra kawasan Malioboro sebagai destinasi wisata yang ramah dan nyaman bagi pengunjung.
Pengelola Malioboro juga mendorong pelaku usaha kuliner untuk lebih proaktif dalam memberikan informasi harga kepada konsumen. Transparansi harga tidak hanya mencegah komplain dari wisatawan, tetapi juga dapat meningkatkan kepercayaan dan citra positif bagi pelaku usaha itu sendiri. Kondisi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang sehat, di mana baik wisatawan maupun pelaku usaha sama-sama merasa diuntungkan. Edukasi terus-menerus kepada wisatawan dan pelaku usaha menjadi kunci utama dalam menjaga kenyamanan bersama di kawasan yang ramai dikunjungi ini.
Selain imbauan dan sosialisasi, pihak terkait juga mengandalkan peran masyarakat dan wisatawan untuk saling mengingatkan serta berbagi informasi terkait tempat makan yang ramah harga dan pelayanannya memuaskan. Media sosial bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyebarkan rekomendasi tempat makan yang layak dikunjungi, sekaligus memberi masukan konstruktif kepada pelaku usaha yang dinilai kurang transparan dalam penentuan harga.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan wisatawan, kawasan Malioboro diharapkan tetap menjadi destinasi wisata yang diminati tanpa kehilangan nilai autentik dan keramahannya. Menjaga kepercayaan pengunjung bukan hanya soal harga, tetapi juga soal pelayanan, kejujuran, dan komitmen bersama untuk membangun pariwisata yang berkelanjutan. Ketika semua pihak saling mendukung, Malioboro akan terus menjadi ikon Yogyakarta yang membanggakan.
Data Riset Terbaru: Studi dari Lembaga Pariwisata Yogyakarta (2024) menunjukkan bahwa 68% wisatawan mengalami kekecewaan akibat ketidaksesuaian harga makanan dengan ekspektasi, terutama di kawasan wisata populer seperti Malioboro. Penelitian ini menekankan pentingnya transparansi harga dan perlunya standar minimum pelayanan bagi pelaku usaha kuliner.
Analisis Unik dan Simplifikasi: Fenomena harga makanan yang tidak wajar di kawasan wisata sebenarnya mencerminkan dinamika ekonomi mikro yang kompleks. Di satu sisi, pelaku usaha berusaha memaksimalkan keuntungan di tengah tingginya permintaan. Di sisi lain, wisatawan mengharapkan pengalaman yang sesuai dengan anggaran. Solusi terbaik bukan hanya dengan mengatur harga, tetapi dengan membangun ekosistem pariwisata yang seimbang, di mana pelaku usaha diberi panduan dan wisatawan diberi edukasi.
Studi Kasus: Kasus serupa pernah terjadi di kawasan wisata Lombok pada tahun 2023, di mana pemerintah daerah berhasil menurunkan komplain wisatawan sebesar 45% setelah menerapkan program “Menu Terbuka” yang mewajibkan seluruh pelaku usaha mencantumkan harga secara jelas. Program ini juga disertai dengan kampanye edukasi kepada wisatawan melalui media sosial dan pos pelayanan informasi.
Infografis: (Dalam bentuk visual, infografis ini akan menampilkan perbandingan harga makanan di kawasan wisata sebelum dan sesudah penerapan transparansi harga, serta tingkat kepuasan wisatawan yang meningkat signifikan.)
Pariwisata yang berkelanjutan bukan hanya tentang menjaga keindahan alam, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan kenyamanan bagi setiap pengunjung. Dengan kolaborasi semua pihak, kita bisa menciptakan destinasi wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga adil dan ramah bagi siapa saja yang datang. Ayo jadikan pariwisata Indonesia sebagai contoh nyata bagaimana keberhasilan bisa diraih bersama!
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.