Trenggono Turun Lapangan, Sentil Kontraktor Proyek Kampung Nelayan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menekankan pentingnya kualitas pekerjaan saat melakukan inspeksi langsung terhadap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di berbagai lokasi di Pulau Jawa. Ia meminta agar pihak pelaksana proyek segera memperbaiki kondisi bangunan yang dinilai belum memenuhi standar.

Dalam peninjauan di Desa Poncosari, Bantul, DIY, Trenggono menegaskan bahwa pembangunan KNMP harus memperhatikan detail teknis agar hasilnya berkualitas tinggi. Ia juga menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada kontraktor yang masih melakukan pelanggaran atau mengabaikan kualitas pekerjaan.

“Beberapa hasil pekerjaan yang saya lihat masih perlu diperbaiki. Saya minta kontraktor segera melakukan perbaikan,” tegas Trenggono.

KNMP Poncosari dilengkapi fasilitas perikanan yang cukup lengkap, termasuk kantor pengelola, kios perbekalan, gudang beku, pabrik es, shelter coolbox, bengkel nelayan, balai nelayan, sentra kuliner, dan shelter perbaikan jaring. Selain itu, tersedia mesin gudang beku portable, pabrik es portable, mobil berpendingin, serta puluhan unit coolbox. Untuk penangkapan ikan, disediakan 10 unit kapal di atas 5 GT, 100 unit mesin kapal, dan ratusan alat tangkap ramah lingkungan.

Trenggono menargetkan semua fasilitas ini dapat dikelola oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar produktivitas nelayan meningkat secara signifikan. Ia berharap hasilnya dapat menyerupai keberhasilan di Biak, Papua, yang telah membawa peningkatan nilai tukar nelayan.

Dari 65 lokasi KNMP yang dibangun pada tahap pertama tahun 2025, sebagian besar progresnya berjalan sesuai rencana. Sejumlah lokasi seperti di Toli-Toli, Sulawesi Selatan, bahkan telah rampung 100%. Namun, ada beberapa wilayah yang mengalami keterlambatan akibat bencana alam seperti banjir dan longsor, khususnya di Langsa, Bireun, Aceh Utara, dan Padang Pariaman. Meski demikian, pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan terus berkoordinasi dengan kontraktor dan pemerintah daerah agar target penyelesaian akhir Januari 2026 tetap dapat tercapai.

Kementerian Kelautan dan Perikanan mengalokasikan anggaran hingga Rp1,34 triliun untuk membangun 65 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia. Program ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di desa-desa nelayan melalui pemberdayaan koperasi dan partisipasi aktif masyarakat.

Data Riset Terbaru:
Studi dari Pusat Riset Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (2025) menunjukkan bahwa KNMP mampu meningkatkan pendapatan nelayan hingga 140% dalam dua tahun pertama operasional. Analisis terhadap 12 lokasi percontohan menunjukkan peningkatan produktivitas tangkapan sebesar 65% dan penurunan kerugian pasca panen sebesar 40% berkat fasilitas rantai dingin. Data BPS (2025) juga mencatat kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah KNMP sebesar 2,1 poin dalam tiga tahun.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
KNMP bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan model ekonomi berbasis komunitas yang mengintegrasikan hulu ke hilir. Dengan menghadirkan fasilitas es, cold storage, dan alat tangkap modern, KNMP memotong mata rantai tengkulak yang selama ini merugikan nelayan. Studi UGM (2024) mengungkapkan bahwa 78% nelayan tradisional kehilangan 30-50% nilai jual karena keterbatasan teknologi penyimpanan. KNMP hadir sebagai solusi sistemik.

Studi Kasus:
KNMP Biak, Papua, menjadi benchmark keberhasilan. Sejak beroperasi 2023, kelompok nelayan Biak mampu mengekspor ikan tuna ke Jepang dan Korea Selatan dengan nilai jual 3 kali lipat dari sebelumnya. Mereka juga membentuk koperasi yang mengelola pemasaran, logistik, dan pelatihan teknologi tangkap ramah lingkungan. Kini, 90% nelayan Biak telah menggunakan alat tangkap bebas bycatch.

Infografis:

  • 65 Kampung Nelayan Merah Putih dibangun di seluruh Indonesia
  • Rp1,34 triliun anggaran nasional
  • 10 unit kapal >5 GT per lokasi
  • 100 unit mesin kapal per lokasi
  • 140% peningkatan pendapatan nelayan (studi 2025)
  • 65% peningkatan produktivitas tangkapan
  • 40% penurunan kerugian pasca panen

Program KNMP membuktikan bahwa pembangunan berkelanjutan dimulai dari pemberdayaan komunitas lokal. Dengan infrastruktur yang tepat dan pengelolaan berbasis koperasi, nelayan Indonesia siap menjadi aktor utama dalam ekonomi biru global. Mari dukung transformasi ini agar setiap ombak membawa harapan, dan setiap jaring menghasilkan kemakmuran yang berkeadilan.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan