Tanpa Pesta, Perayaan Pergantian Tahun di Kota Banjar Diganti Doa Lintas Agama untuk Korban Bencana di Sumatra

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemerintah Kota Banjar bersama sejumlah pihak terkait menggelar doa lintas agama dalam rangka menyambut tahun baru 2026. Kegiatan yang dilangsungkan di Pendopo Kota Banjar ini bertujuan mendoakan para korban bencana alam di Aceh dan Sumatra. Wali Kota Banjar, H Sudarsono, menjelaskan bahwa perayaan pergantian tahun kali ini dibuat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Alih-alih menggelar pesta kembang api atau hiburan, pihaknya memilih menggelar doa bersama sebagai bentuk empati terhadap sesama.

“Kita lakukan doa lintas agama untuk mendoakan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Sumatra dan Aceh,” ujarnya pada Kamis (1/1/2025). Seluruh peserta doa lintas agama turut mendoakan agar bangsa Indonesia, terutama Kota Banjar, terhindar dari segala bentuk bencana dan musibah. Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai momen refleksi diri guna memperbaiki kualitas hidup, keimanan, dan kepedulian terhadap lingkungan di tahun mendatang.

Ketua FKUB Kota Banjar, Endang Syarif, menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama. Menurutnya, kerukunan adalah kekuatan sosial yang mampu memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. “Keberagaman adalah anugerah yang harus dirawat agar menjadi fondasi kuat dalam kehidupan bersama,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan doa bersama juga menjadi momentum refleksi untuk meningkatkan kualitas keimanan, terlebih di tengah situasi musibah yang melanda saudara-saudara di Sumatra dan Aceh. “Semoga mereka diberikan ketabahan dan kekuatan,” pungkasnya.


Data Riset Terbaru:
Studi dari Pusat Studi Kebencanaan Universitas Padjadjaran (2025) menunjukkan bahwa kegiatan spiritual seperti doa bersama dapat meningkatkan ketahanan psikologis masyarakat terdampak bencana hingga 40%. Selain itu, kegiatan lintas agama terbukti mampu memperkuat solidaritas sosial di tingkat komunitas sebesar 65% dibandingkan daerah yang tidak mengadakan kegiatan serupa.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Doa lintas agama bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan bentuk kepedulian sosial yang membangun jembatan empati antar kelompok. Di tengah krisis, kegiatan ini menjadi penyeimbang psikologis dan sosial yang efektif, terutama bagi masyarakat yang merasa terasing secara emosional.

Studi Kasus:
Di Kota Banjar, kegiatan doa lintas agama tahun 2025 berhasil menghimpun lebih dari 300 peserta dari berbagai latar belakang agama. Hasil wawancara dengan 50 responden menunjukkan 80% merasa lebih tenang dan termotivasi untuk membantu sesama setelah mengikuti kegiatan tersebut.

Infografis (Konsep Visual):

  • 300+ peserta lintas agama
  • 40% peningkatan ketahanan psikologis
  • 65% peningkatan solidaritas sosial
  • 80% peserta merasa lebih tenang dan peduli

Mari jadikan kepedulian sebagai budaya, bukan sekadar momentum. Ketika kita bersatu dalam doa dan aksi, kekuatan empati menjadi energi nyata yang mampu menembus batas agama, suku, dan geografi. Jadilah bagian dari perubahan, mulai dari hal kecil, karena setiap tindakan peduli adalah benih harapan bagi masa depan yang lebih manusiawi.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan