Prabowo Gagal Buka Perdagangan Saham 2026, IHSG Dibuka di Level 8.676

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Awal tahun 2026, pasar modal Indonesia dibuka dengan sentimen positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan pada perdagangan pertama tahun ini, berada di area 8.600-an. Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak lagi mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk membuka sesi perdagangan tahun ini.

Pada pembukaan perdagangan pagi, tepatnya pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat berada di level 8.676. Pergerakan indeks kemudian terus stabil dengan kenaikan menjadi 8.684 atau menguat 37 poin, setara dengan 0,43% dari level penutupan sebelumnya. Rentang pergerakan IHSG hari ini terpantau antara 8.676 (terendah) hingga 8.692 (tertinggi).

Nilai transaksi pasar mencapai Rp 522,07 miliar dengan volume perdagangan mencapai 875,61 juta lembar saham yang diperdagangkan dalam 94.540 kali transaksi. Di tengah dinamika pasar, mayoritas saham bergerak menguat. Tercatat 350 saham mencatatkan kenaikan, sementara 131 saham mengalami pelemahan, dan 204 saham berada dalam posisi stagnan.

Penguatan tidak hanya terjadi secara harian. Secara mingguan, IHSG juga mencatatkan kenaikan sebesar 0,43%. Di level bulanan, indeks menguat 1,57%. Penguatan IHSG juga terlihat dalam jangka menengah, dengan kenaikan 7,04% dalam tiga bulan terakhir, serta 27,27% dalam enam bulan terakhir. Secara year to date, IHSG telah menguat sebesar 20,84%.

Data Riset Terbaru: Menurut laporan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2025, aliran dana asing ke pasar modal Indonesia tercatat sebesar Rp 12 triliun sepanjang tahun 2025, didorong oleh sentimen pemulihan ekonomi global dan kebijakan moneter yang stabil. Investor domestik, terutama dari kalangan generasi muda, juga menunjukkan peningkatan minat dalam investasi saham, dengan jumlah rekening efek baru mencapai 1,8 juta di tahun 2025.

Analisis Unik dan Simplifikasi: Kinerja IHSG yang konsisten positif sejak awal tahun menunjukkan kepercayaan investor yang terus membaik. Stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta inflasi yang terkendali, menjadi faktor fundamental yang mendukung penguatan pasar. Selain itu, sektor-sektor unggulan seperti teknologi, energi, dan konsumer non-primer menunjukkan kinerja yang solid, memberikan momentum positif bagi pasar modal.

Studi Kasus: PT Astra International Tbk (ASII), salah satu emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI, mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 2,8% pada perdagangan awal tahun 2026. Kenaikan ini dipicu oleh optimisme terhadap pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor dan ekspansi bisnis di sektor digital.

Infografis (dalam bentuk teks):

  • Kinerja IHSG Awal 2026:

    • Posisi Pembukaan: 8.676
    • Posisi Tertinggi: 8.692
    • Posisi Terendah: 8.676
    • Volume Transaksi: 875,61 juta lembar
    • Nilai Transaksi: Rp 522,07 miliar
    • Jumlah Transaksi: 94.540 kali
    • Saham Menguat: 350
    • Saham Melemah: 131
    • Saham Stagnan: 204

Penguatan IHSG di awal tahun 2026 menandakan bahwa pasar modal Indonesia siap melanjutkan tren positifnya. Dengan fundamental ekonomi yang solid dan dukungan kebijakan yang pro-investasi, pasar modal Indonesia berpotensi menyajikan peluang menarik bagi para investor. Ayo mulai tahun 2026 dengan semangat baru, jangan ragu untuk memanfaatkan momentum positif ini dalam merancang strategi investasi Anda.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan