Mobil Tertabrak KA di Jakut, Sebelumnya Tabrak Lari di Jakbar Hingga Tewaskan Korban

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Mobil Mazda CX-5 dengan nomor polisi B-1794-JVH menjadi sorotan setelah mengalami serangkaian insiden beruntun di Jakarta. Awalnya, kendaraan tersebut terlibat kecelakaan di kawasan Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, yang menyebabkan korban luka bahkan meninggal dunia. Pengemudi mobil, seorang pria berinisial JC, memilih melarikan diri dari lokasi kejadian.

Dalam kondisi panik, JC mengemudikan mobilnya melawan arus lalu lintas menuju kawasan Gunung Sahari, Jakarta Utara. Perjalanan kacau itu berakhir ketika mobilnya menyeberangi rel kereta api tanpa memperhatikan sinyal. Akibatnya, kendaraan tersebut terserempet oleh kereta api lokomotif 2510 sekitar pukul 02.35 WIB dini hari tadi di perlintasan sebidang Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara.

Insiden ini terungkap melalui penjelasan resmi dari Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani. Ia menjelaskan bahwa insiden di Tambora terlebih dahulu menewaskan seseorang, sebelum akhirnya pelaku kabur dan mengalami kecelakaan lagi dengan kereta api. “Kejadian kecelakaan pertama di Tanah Sereal, Tambora, ada yang luka, ada yang MD (meninggal dunia),” ujarnya.

Setelah mobilnya terserempet, massa yang geram atas ulah JC langsung mengamuk. Kondisi mobil pun rusak parah akibat benturan dengan kereta api yang melintas. Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi para pengemudi yang nekat melarikan diri setelah melakukan kecelakaan.

Data Riset Terbaru: Studi dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat peningkatan signifikan kecelakaan lalu lintas di wilayah DKI Jakarta, terutama yang melibatkan pelaku tabrak lari. Angka kecelakaan meningkat 18% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan mayoritas kasus terjadi antara pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Faktor utama penyebab kecelakaan dini hari ini adalah kondisi jalan licin dan pengemudi dalam kondisi lelah atau panik.

Analisis Unik dan Simplifikasi: Insiden ini menggambarkan betapa berbahayanya tindakan tabrak lari. Alih-alih menghindari masalah, pelaku justru memperparah situasi. Dalam kasus ini, kepanikan JC membuatnya mengambil keputusan impulsif seperti melawan arus dan menyeberangi rel kereta api tanpa izin. Perilaku ini bukan hanya membahayakan dirinya sendiri, tapi juga pengguna jalan lainnya.

Studi Kasus: Kasus serupa pernah terjadi di tahun 2023 di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Seorang pengemudi mobil juga melarikan diri setelah menabrak pengendara motor. Dalam pelariannya, mobil tersebut mengalami kecelakaan hebat dan terjun ke kali. Studi kasus ini menunjukkan pola yang sering terulang: pelaku tabrak lari cenderung panik dan mengambil keputusan gegabah yang berujung pada bencana lebih besar.

Kita semua perlu belajar dari kejadian ini. Saat terlibat kecelakaan, langkah terbaik adalah tetap tenang, segera memberi pertolongan pertama kepada korban, dan melapor ke pihak berwajib. Tindakan tabrak lari bukan solusi, melainkan awal dari masalah yang jauh lebih besar. Kesadaran berkendara yang baik dan rasa tanggung jawab terhadap sesama pengguna jalan harus terus ditanamkan dalam setiap diri kita.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan