Gunung Lewotobi Laki-laki Ditetapkan Status Awas Menjelang Tahun Baru 2026

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mengalami kenaikan status dari Siaga (Level III) menjadi Awas (Level IV) pada awal tahun 2026. Kenaikan status ini dipicu oleh peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Dalam periode 31 Desember 2025 pukul 00.00 hingga 18.00 Wita, tercatat 122 kali gempa vulkanis dalam, menunjukkan adanya suplai magma baru yang besar dan bergerak cepat menuju permukaan.

Pelaksana Tugas Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa kondisi ini berpotensi memicu erupsi. Status Awas ditetapkan pada Kamis, 1 Januari 2026, pukul 18.00 Wita. Data kegempaan menunjukkan aktivitas yang cukup intensif, dengan berbagai jenis gempa terdeteksi, termasuk gempa guguran, embusan, harmonik, tremor non harmonik, low frekuensi, vulkanis, tektonik lokal, dan tektonik jauh dalam.

Gunung dengan ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut ini terakhir mengalami erupsi pada 18 Oktober 2025 pukul 00.44 Wita. Dalam satu minggu terakhir, aktivitas gunung menunjukkan tren peningkatan. Data deformasi dari tiltmeter menunjukkan pola inflasi signifikan dalam waktu singkat, mengindikasikan pergerakan magma yang mempengaruhi permukaan tubuh gunung.

Data Global Navigation Satellite System (GNSS) juga menunjukkan pola inflasi pada komponen vertikal selama seminggu terakhir, dengan kenaikan signifikan dalam tiga hari terakhir. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pergerakan magma dari kedalaman dalam ke arah dangkal masih berlangsung menuju permukaan.

Data Riset Terbaru:
Studi terbaru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan bahwa Gunung Lewotobi Laki-laki memiliki sejarah erupsi yang cukup aktif. Erupsi terakhir pada Oktober 2025 menyebabkan penutupan Bandara El Tari Kupang sementara waktu karena abu vulkanik. Model pemantauan terbaru menggunakan teknologi satelit menunjukkan adanya peningkatan suhu permukaan di sekitar kawah utama, yang mendukung indikasi peningkatan aktivitas magmatik.

Studi Kasus:
Pada tahun 2023, Gunung Lewotobi pernah mengalami erupsi freatik yang mengakibatkan satu korban jiwa. Kejadian ini menjadi pelajaran penting dalam penanganan bencana vulkanik, terutama dalam hal evakuasi cepat dan sistem peringatan dini. Studi kasus ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan koordinasi antar instansi terkait.

Infografis:

  • Ketinggian Gunung: 1.584 mdpl
  • Status Terkini: Awas (Level IV)
  • Erupsi Terakhir: 18 Oktober 2025
  • Jumlah Gempa Vulkanis: 122 kali dalam 18 jam
  • Radius Bahaya: 5 km dari puncak

Simplifikasi Analisis:
Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini berada dalam kondisi yang sangat aktif. Peningkatan jumlah gempa vulkanis dan data deformasi menunjukkan bahwa magma sedang bergerak menuju permukaan. Meskipun belum terjadi erupsi, potensi terjadinya erupsi dalam waktu dekat cukup tinggi. Masyarakat di sekitar gunung perlu tetap waspada dan siap untuk dievakuasi jika diperlukan.

Kesiapsiagaan dan pemantauan yang intensif sangat penting untuk mengurangi risiko bencana. Masyarakat diimbau untuk mengikuti arahan dari pihak berwenang dan menjauhi radius bahaya yang telah ditentukan. Dengan kewaspadaan yang tinggi dan koordinasi yang baik, risiko terhadap keselamatan jiwa dan harta benda dapat diminimalisir.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan