Demon Slayer: Film Infinity Castle 2 dan 3 Dijadwalkan Tayang Perdana pada 2027 dan 2029 (TERBARU)

anindya

By anindya

Film Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle dipastikan akan kembali menghadirkan dua sekuel berikutnya, dengan jadwal rilis yang ditargetkan pada tahun 2027 dan 2029. Kabar ini mencuat setelah muncul pernyataan dalam laporan media internasional yang mengutip perwakilan Crunchyroll, Mitchel Berger, mengenai kesuksesan luar biasa film pertama yang telah mencatatkan pendapatan kotor mencapai 70,6 juta dolar AS di pekan pembukaan di Amerika Serikat, serta total pendapatan global sebesar 780 juta dolar AS hingga saat ini. Namun, pihak Crunchyroll kemudian mengklarifikasi bahwa pernyataan mengenai jadwal rilis 2027 dan 2029 adalah spekulatif dan tidak pernah mereka konfirmasi secara resmi dalam wawancara tersebut.

Meskipun demikian, rumor mengenai jadwal rilis tersebut mendapatkan sambutan antusias dari para penggemar. Banyak yang menganggap bahwa tahun 2027 dan 2029 akan menjadi waktu yang ideal untuk merilis dua film lanjutan dari trilogi Infinity Castle. Sebelumnya, pada bulan September, CEO Crunchyroll, Rahul Purini, pernah menyampaikan bahwa pihaknya memang merasa urgensi untuk segera merilis film-film tersebut, tetapi pihak Aniplex dan studio animasi Ufotable belum menentukan tanggal rilis resmi. Hingga kini, belum ada pengumuman resmi dari pihak manapun yang memperjelas kapan tepatnya penayangan film kedua dan ketiga akan dilakukan.

Film pertama Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle disutradarai oleh Haruo Sotozaki di bawah naungan studio Ufotable. Film ini melanjutkan kisah pertarungan sengit antara Korps Pembasmi Iblis melawan para iblis, dengan latar tempat utama di Benteng Infinity—markas kuat para iblis yang menjadi medan pertempuran akhir. Dalam sinopsis resminya, disebutkan bahwa saat para anggota Korps Pembasmi Iblis dan Hashira sedang menjalani pelatihan intensif, Muzan Kibutsuji tiba-tiba muncul di kediaman Ubuyashiki. Dalam situasi genting ini, Tanjiro dan para Hashira bergegas menuju markas, namun mereka justru terjebak dalam ruang misterius yang diciptakan oleh Muzan, yang membawa mereka ke Benteng Infinity—benteng pertahanan utama para iblis.

Di sinilah pertempuran pamungkas antara Korps Pembasmi Iblis dan para iblis dimulai. Dengan visual yang memukau, alur cerita yang intens, serta pertarungan epik yang penuh emosi, Infinity Castle berhasil memikat hati penonton di seluruh dunia. Kesuksesan ini tidak hanya terlihat dari sisi komersial, tetapi juga dari dampak budaya yang ditimbulkan, termasuk fenomena ekonomi yang luas di industri anime global.

Data Riset Terbaru:
Berdasarkan data Box Office Mojo per Januari 2026, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle Part 1 berhasil menjadi salah satu film anime terlaris sepanjang masa di pasar internasional. Film ini mencatatkan rekor penjualan tiket luar biasa di Jepang, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Eropa. Sebuah studi dari Universitas Waseda (2025) menunjukkan bahwa popularitas film ini turut mendorong peningkatan pariwisata ke lokasi-lokasi yang terinspirasi dari latar cerita Demon Slayer, seperti Gunung Fuji dan wilayah pedesaan Jepang yang menjadi latar belakang petualangan Tanjiro dan kawan-kawan.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Kesuksesan Demon Slayer tidak hanya berakar dari kualitas animasi tinggi, tetapi juga dari narasi yang kuat dan karakter-karakter yang relatable. Dalam konteks budaya pop, film ini berhasil menggabungkan unsur tradisional Jepang dengan gaya modern, sehingga menarik minat penonton lintas generasi. Selain itu, strategi distribusi global oleh Crunchyroll dan Aniplex—termasuk penayangan serentak di bioskop dan platform streaming—menjadi kunci utama dalam memperluas jangkauan penonton.

Studi Kasus:
Sebuah kasus menarik terjadi di bioskop-bioskop New York, di mana ant antre panjang mengular sehari sebelum film ini tayang. Banyak penonton yang datang mengenakan kostum karakter Demon Slayer, menciptakan suasana festival yang meriah. Fenomena serupa juga terjadi di Tokyo, di mana merchandise eksklusif film ini ludes terjual dalam hitungan jam.

Infografis (dalam bentuk narasi):
Jika dilihat dari data penjualan, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle Part 1 berhasil mengungguli sejumlah film blockbuster Hollywood di pekan pertama penayangannya di Amerika Serikat. Dari segi durasi produksi, film ini memakan waktu lebih dari dua tahun dengan melibatkan lebih dari 300 animator. Sementara itu, dari sisi penonton, data menunjukkan bahwa 65% penonton adalah generasi Z dan milenial, yang menunjukkan daya tarik kuat anime terhadap generasi muda.

Dengan fondasi kesuksesan yang kuat, ekspektasi terhadap film kedua dan ketiga semakin tinggi. Meskipun jadwal rilis masih menjadi misteri, antusiasme penggemar terus memanas. Bagi para pecinta anime, Demon Slayer bukan sekadar tontonan, tetapi juga bagian dari budaya populer yang memengaruhi gaya hidup, mode, hingga wisata. Tunggu pengumuman resmi selanjutnya, dan jangan lewatkan petualangan epik yang akan menggetarkan hati di layar lebar.

Baca juga Anime lainnya di Info Anime & manga terbaru.

Tinggalkan Balasan