Tindakan Israel Mengakui Somaliland Menuai Protes Global, Indonesia Ikut Menolak
Jakarta –
Pengakuan resmi Israel terhadap wilayah Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat menuai gelombang kecaman dari berbagai negara. Indonesia termasuk di antara negara-negara yang tegas menolak klaim kedaulatan Somaliland, yang merupakan wilayah pemisah dari Republik Federal Somalia.
Langkah diplomatik Israel ini diumumkan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Dalam pernyataannya, pemerintah Israel menyatakan bahwa negaranya menjadi yang pertama di dunia yang secara resmi mengakui kedaulatan Somaliland. Pengakuan ini disambut hangat oleh pihak Somaliland, yang sejak memproklamasikan kemerdekaan sepihak pada tahun 1991 terus berupaya mendapatkan pengakuan internasional. Presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdullahi, bahkan menjadikan pengakuan internasional sebagai agenda utama pemerintahannya sejak menjabat tahun lalu.
Kebijakan luar negeri Israel ini langsung menuai reaksi keras dari Turki, sekutu dekat Somalia, serta sejumlah negara di kawasan Afrika dan Timur Tengah. Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud menyebut langkah Israel sebagai sesuatu yang “aneh” dan “tak terduga”. Menurutnya, selama 34 tahun sejak Somaliland menyatakan kemerdekaan, tidak ada satu pun negara yang mengakuinya. Oleh karena itu, tiba-tiba Israel muncul dan mengklaim pengakuan atas wilayah tersebut dianggap sebagai intervensi luar yang mencurigakan.
Mohamud menilai pengakuan Israel bukan sekadar tindakan diplomatik, melainkan bagian dari agenda strategis Israel yang berisiko tinggi. Ia mencurigai bahwa Israel berupaya menggunakan Somaliland sebagai pangkalan militer di Teluk Aden sekaligus tempat pemukiman kembali warga Palestina dari Gaza. Menurut intelijen Somalia, Israel telah memiliki kehadiran militer diam-diam di wilayah tersebut. Mohamud juga menyebut bahwa Somaliland diminta untuk bergabung dengan Perjanjian Abraham—kesepakatan normalisasi hubungan antara Israel dan negara-negara Arab—sebagai imbalan atas pengakuan tersebut.
Dalam wawancara eksklusif dengan Al Jazeera dari Istanbul, Turki, Mohamud menegaskan bahwa tindakan Israel ini dapat mengancam stabilitas kawasan Tanduk Afrika. Ia meminta dunia, khususnya negara-negara Arab dan Muslim, untuk menganggap langkah Israel sebagai ancaman serius. Pernyataan ini diperkuat dalam konferensi pers bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, di mana keduanya memperingatkan potensi destabilisasi yang ditimbulkan oleh pengakuan Israel.
Di tingkat internasional, Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat di New York untuk membahas isu ini. Dalam pertemuan tersebut, 14 dari 15 anggota dewan menyatakan penolakan terhadap pengakuan Israel, sementara Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara yang membela langkah tersebut, meskipun menegaskan posisinya terhadap status Somaliland tetap tidak berubah.
Indonesia turut bersuara lantang menolak pengakuan Israel. Dalam pernyataan bersama dengan 21 negara lainnya serta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), yang disepakati pada 26 Desember 2025, Indonesia menegaskan bahwa pengakuan Israel merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan Piagam PBB. Pernyataan tersebut menyatakan bahwa tindakan Israel mencerminkan ekspansionisme yang dapat mengancam perdamaian dan keamanan internasional.
Indonesia dan negara-negara peserta pernyataan bersama juga menegaskan komitmen penuh terhadap kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas teritorial Republik Federal Somalia. Mereka menolak segala bentuk upaya yang dapat merongrong persatuan Somalia. Pengakuan sepihak terhadap sebagian wilayah Somalia, menurut pernyataan tersebut, akan menciptakan preseden berbahaya yang mengancam stabilitas global.
Selain protes diplomatik, gelombang kemarahan juga muncul di tingkat rakyat. Ratusan warga Somalia berkumpul di Mogadishu, ibu kota negara, untuk menggelar demonstrasi menentang keputusan Israel. Para demonstran menyanyikan lagu kebangsaan Somalia dan meneriakkan slogan-slogan seperti “Somalia tidak dapat dipisahkan” dan “Somaliland adalah Somalia”. Mereka menuntut agar komunitas internasional tidak diam terhadap langkah Israel yang dianggap merusak kedaulatan Somalia.
Salah satu demonstran, Mohamed Abor, menegaskan bahwa Somalia tidak pernah dan tidak akan pernah melepaskan sebagian tanah airnya kepada Israel atau negara mana pun. Ia menegaskan bahwa Somalia adalah satu kesatuan yang utuh. Sementara itu, demonstran lain, Abdi Ismail, menyebut keputusan Israel sebagai “serangan nyata terhadap kedaulatan Somalia” dan menuntut agar dunia tidak tinggal diam.
Studi Kasus: Interferensi Asing dan Konflik Regional
Kasus pengakuan Israel terhadap Somaliland menjadi contoh nyata bagaimana intervensi asing dapat memperkeruh konflik internal suatu negara. Somaliland, yang sejak tahun 1991 menyatakan kemerdekaan sepihak, selama ini hanya diakui secara informal oleh beberapa pihak, namun tidak pernah mendapatkan pengakuan resmi dari negara anggota PBB mana pun. Langkah Israel ini dikhawatirkan akan memicu reaksi balik dari negara-negara Afrika dan Timur Tengah, serta memperburuk ketegangan di kawasan Tanduk Afrika yang sudah rentan konflik.
Infografis: Dampak Pengakuan Israel terhadap Somaliland
- Sejak 1991: Somaliland memproklamasikan kemerdekaan sepihak dari Somalia.
- 2025: Israel menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui Somaliland.
- Reaksi Internasional: 14 dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB menolak; AS satu-satunya yang membela.
- Dukungan Regional: Turki, Indonesia, dan sejumlah negara Arab mengecam keras.
- Dampak Potensial: Destabilisasi kawasan, konflik baru, dan pelanggaran hukum internasional.
Dunia sedang menyaksikan ujian nyata terhadap prinsip kedaulatan dan integritas teritorial. Tindakan sepihak hanya akan memperdalam luka sejarah dan menciptakan konflik baru. Saatnya negara-negara bersatu menjunjung tinggi hukum internasional, bukan kepentingan sesaat. Solidaritas global diperlukan untuk mencegah intervensi asing yang merusak stabilitas kawasan.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.