4 Jasad Korban Longsor Proyek Mini Soccer di Sumedang Berhasil Dievakuasi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Proyek pembangunan lapangan mini soccer di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dilanda tanah longsor yang menyebabkan empat orang kehilangan nyawa. Keempat jenazah tersebut berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk proses lebih lanjut.

Adip, salah satu petugas penanggulangan bencana, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran proses evakuasi. Menurutnya, seluruh korban berhasil dievakuasi pada pukul 19.06 WIB. Ia menegaskan bahwa tidak ada kendala berarti yang ditemui selama operasi penyelamatan, sehingga proses evakuasi berjalan cepat dan sesuai target yang telah ditentukan.

Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopriansah, menjelaskan bahwa para korban sedang bekerja membangun lapangan mini soccer saat kejadian terjadi. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian dalam peristiwa ini atau tidak.

Empat korban yang meninggal dunia adalah:

  1. Ivan, warga Rancaekek
  2. Ujang, warga Rancaekek
  3. Ade Hilir, warga Desa Cileunyi Wetan
  4. Hery, warga Karasak

Studi Kasus: Longsor di Proyek Mini Soccer Sumedang
Peristiwa ini menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan infrastruktur di daerah rawan longsor membutuhkan perencanaan dan pengawasan ketat. Lokasi proyek yang berada di area perbukitan dengan kondisi tanah labil menjadi faktor utama terjadinya longsor. Faktor cuaca ekstrem yang terjadi sebelum kejadian juga turut memperparah kondisi tanah.

Infografis: Faktor Penyebab Longsor di Area Proyek

  • Kondisi Tanah: Tanah labil dan tidak stabil
  • Cuaca Ekstrem: Hujan deras dalam beberapa hari terakhir
  • Aktivitas Manusia: Pengerjaan proyek tanpa penanganan khusus terhadap kondisi tanah
  • Kurangnya Pengawasan: Tidak adanya sistem peringatan dini atau mitigasi bencana

Data Riset Terbaru:
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang, wilayah ini termasuk dalam kategori rawan longsor dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi. Sejak awal tahun 2026, telah tercatat 15 kejadian longsor di berbagai kecamatan di Kabupaten Sumedang. Faktor utama penyebab longsor di wilayah ini adalah kondisi geografis yang berbukit-bukit serta intensitas curah hujan yang tinggi.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Peristiwa longsor di proyek mini soccer ini mengungkap pentingnya integrasi antara pembangunan infrastruktur dan mitigasi bencana. Pembangunan di daerah rawan bencana seharusnya melibatkan konsultan geoteknik dan ahli kebencanaan sejak tahap perencanaan. Selain itu, perlu adanya sistem pemantauan tanah dan peringatan dini yang terintegrasi.

Dalam konteks yang lebih luas, peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak terkait untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan dalam setiap proyek pembangunan, terutama di daerah rawan bencana. Keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar harus menjadi prioritas utama dalam setiap rencana pembangunan.

Setiap pembangunan infrastruktur harus diawali dengan kajian mendalam terhadap kondisi lingkungan dan potensi bencana. Jangan biarkan semangat membangun mengalahkan pertimbangan keselamatan. Mari jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga untuk membangun masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan. Kita bisa membangun Indonesia yang maju tanpa mengorbankan nyawa manusia.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan