Cuaca Ekstrem Turunkan Kunjungan Wisata ke Pantai Carita Saat Libur Nataru

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pandeglang – Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ternyata tidak berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan ke Pantai Carita, Pandeglang. Salah satu faktor utama yang disebut-sebut adalah kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah tersebut.

Menurut Ruki Hardiansyah, pengelola Wisata Pantai Pasir Putih Carita, jumlah pengunjung selama periode liburan ini hanya mencapai sekitar 3.000 orang. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 40 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang mana pihaknya mengharapkan peningkatan yang lebih besar.

“Kalau dibandingkan tahun kemarin, penurunannya di kisaran 40 persen. Jauh sekali dari harapan kami,” ujar Ruki kepada wartawan pada Kamis (1/1/2026).

Cuaca ekstrem menjadi alasan utama mengapa wisatawan enggan berkunjung ke kawasan pantai. Ruki menekankan pentingnya kesadaran dan kewaspadaan bagi para pengunjung yang tetap memilih berlibur di Pantai Carita.

“Salah satunya karena cuaca ekstrem,” katanya, seraya mengingatkan agar wisatawan tetap mengikuti protokol dan aturan yang telah disediakan di lokasi.

Ia juga meminta para pengunjung untuk mematuhi arahan dari petugas yang bertugas di lapangan demi keselamatan bersama. “Kalau berwisata ke pantai, tetap waspada dan mengikuti protokol serta aturan yang sudah disediakan di setiap lokasi,” imbuhnya.

Kendati jumlah pengunjung menurun, pihak pengelola tetap mengimbau agar wisatawan tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan selama berada di kawasan pantai.

Data Riset Terbaru:
Studi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa wilayah Banten mengalami peningkatan frekuensi cuaca ekstrem sejak akhir 2025. Data menunjukkan curah hujan mencapai 250 mm per bulan di bulan Desember, jauh di atas rata-rata tahunan sebesar 150 mm. Kondisi ini berdampak langsung terhadap sektor pariwisata, terutama destinasi pantai seperti Carita.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Dampak cuaca ekstrem terhadap pariwisata bukan hanya soal jumlah pengunjung, tetapi juga soal persepsi keamanan. Saat cuaca tidak menentu, wisatawan cenderung memilih destinasi yang dianggap lebih aman dan terkendali. Hal ini menjadi tantangan bagi pengelola destinasi wisata alam, yang bergantung pada kondisi alam yang tidak bisa diprediksi sepenuhnya.

Studi Kasus:
Pantai Carita bukan satu-satunya destinasi yang mengalami penurunan kunjungan. Data Dinas Pariwisata Pandeglang menunjukkan bahwa destinasi lain seperti Tanjung Lesung dan Ujung Kulon juga mengalami penurunan serupa, meskipun tidak sebesar di Carita. Ini menunjukkan bahwa faktor cuaca memang menjadi penghambat utama dalam sektor pariwisata di wilayah ini.

Infografis (dalam bentuk teks):

  • Jumlah pengunjung Pantai Carita: 3.000 orang (Natal 2025 – Tahun Baru 2026)
  • Penurunan dibanding tahun sebelumnya: 40 persen
  • Curah hujan Desember 2025: 250 mm/bulan (rata-rata tahunan: 150 mm)
  • Destinasi lain yang terdampak: Tanjung Lesung, Ujung Kulon

Keselamatan dan kewaspadaan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas wisata, terutama di kawasan alam yang rawan terhadap perubahan cuaca. Dengan memahami dan menghormati kekuatan alam, kita bisa tetap menikmati keindahan alam tanpa mengorbankan keselamatan. Mari jadikan wisata yang bertanggung jawab sebagai gaya hidup, bukan sekadar pelarian sesaat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan