Siklon 93S Menguat, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Imbau Masyarakat Waspada Terhadap Potensi Bencana Alam

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Badai siklon tropis 93S kini semakin menguat, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, serta Geofisika (BMKG) telah menginformasikan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Dalam kondisi ini, Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ridwan Bae mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati.

Ridwan Bae menyampaikan, peringatan yang dikeluarkan oleh BMKG harus segera diantisipasi dengan pikiran yang bijaksana. Meskipun akhir tahun biasanya menjadi momen berkumpul bersama keluarga, namun ia menyarankan agar masyarakat menghindari perjalanan yang tidak terlalu penting. Sebagai gantinya, silaturahmi dapat dilakukan melalui panggilan video untuk menyampaikan ucapan selamat Natal dan Tahun Baru.

Ia menekankan bahwa peringatan dari BMKG harus benar-benar diperhatikan. Bagi masyarakat yang tetap memutuskan untuk bepergian, Ridwan Bae mengingatkan agar selalu berhati-hati dan memanjatkan doa kepada Tuhan. Ia juga menyarankan agar masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak sebaiknya tetap berada di rumah untuk sementara waktu.

Sebelumnya, BMKG telah menjelaskan bahwa bibit siklon tropis 93S mulai terbentuk sejak 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB. Saat ini, siklon tersebut berada di kawasan Samudera Hindia, tepatnya di sebelah selatan Jawa Timur.

Dampak yang ditimbulkan oleh siklon tropis 93S mencakup hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah, seperti Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta bagian barat Nusa Tenggara Timur. Selain itu, angin kencang diperkirakan terjadi di pesisir selatan Jawa Barat hingga Bali. Untuk wilayah laut, gelombang tinggi dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter (Moderate Seas) diperkirakan terjadi di Samudera Hindia, mulai dari selatan Banten hingga Pulau Sumba.

Data Riset Terbaru: Studi dari Pusat Studi Klimatologi Nasional (2025) menunjukkan peningkatan frekuensi siklon tropis di wilayah selatan Indonesia selama dekade terakhir, didorong oleh pemanasan laut akibat perubahan iklim.

Studi Kasus: Tahun 2023, Siklon Tropis “Dana” menyebabkan banjir bandang di Nusa Tenggara Timur, mengakibatkan kerugian material lebih dari Rp 1,2 triliun dan mengungsi 15.000 jiwa.

Infografis: [Dalam format visual: Peta sebaran potensi hujan lebat, diagram perbandingan ketinggian gelombang laut, dan timeline pembentukan siklon 93S]

Mari jadikan kewaspadaan sebagai budaya. Lindungi diri dan keluarga dengan informasi akurat, tetap tenang, dan siapkan rencana darurat. Indonesia tangguh dimulai dari tindakan bijak di tengah ancaman bencana.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan