Respons Putin Atas Tuduhan Zelensky Soal Rencana Rusia Jadikan 2026 Sebagai Tahun Perang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky merespons pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang yakin Moskow akan mencapai tujuannya dalam operasi militernya di Ukraina. Dalam pidatonya, Zelensky menuduh Rusia sedang mempersiapkan tahun 2026 sebagai tahun perang.

Zelensky menyatakan bahwa Moskow tengah bersiap untuk menjadikan tahun depan sebagai tahun konflik bersenjata. Pernyataan ini menjadi tanggapan terhadap Putin yang sebelumnya mengatakan bahwa tujuan operasi militer khusus Rusia pasti akan tercapai.

Menurut Putin, Rusia lebih memilih menyelesaikan konflik melalui jalur diplomasi, namun jika Kyiv dan sekutunya menolak berdiskusi secara substantif, Moskow akan menggunakan cara militer untuk merebut wilayah Ukraina yang diklaimnya sebagai milik Rusia. Klaim ini mencakup wilayah Donetsk, Lugansk, Zaporizhzhia, Kherson, serta Krimea yang telah dianeksasi sebelumnya meskipun kendali militer penuh belum sepenuhnya dimiliki.

Di sisi lain, Ukraina mengapresiasi kemajuan yang dicapai dalam pembahasan jaminan keamanan masa depan bersama utusan Presiden AS Donald Trump di Berlin. Namun, masih terdapat perbedaan pendapat mengenai wilayah mana yang harus dilepaskan Kyiv. Rencana awal Washington yang disusun tanpa melibatkan masukan dari sekutu Eropa justru akan membuat Ukraina menarik pasukan dari wilayah Donetsk timur sekaligus secara de facto mengakui wilayah Donetsk, Krimea, dan Lugansk sebagai bagian dari Rusia.

Kremlin sendiri mengungkapkan bahwa mereka tengah menunggu informasi dari pihak Amerika Serikat mengenai hasil pembicaraan di Berlin. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov berharap Washington segera memberikan gambaran mengenai hasil kerja sama dengan Ukraina dan Eropa.

Zelensky memperingatkan bahwa sinyal agresif Rusia bukan hanya ancaman bagi Ukraina, tetapi juga bagi mitra-mitra internasional, terutama Amerika Serikat. Ia mendesak agar semua pihak tidak hanya mengamati situasi, tetapi juga memberikan respons yang tegas terhadap upaya Rusia yang dinilai berusaha merusak proses diplomasi. Dalam waktu dekat, Zelensky dijadwalkan menghadiri pertemuan puncak Uni Eropa di Brussels untuk menggalang dukungan terhadap rencana penggunaan aset Rusia yang dibekukan dalam rangka memperkuat pertahanan Ukraina.

Dunia kembali diingatkan bahwa konflik tidak hanya soal wilayah, tapi juga tentang stabilitas global. Ketika senjata berbicara, diplomasi harus lebih lantang. Solidaritas internasional dan komitmen terhadap hukum internasional menjadi kunci. Masa depan keamanan Eropa dan ketertiban dunia bergantung pada keberanian memilih dialog daripada konfrontasi. Mari jaga harapan, pertahankan tekad, dan dukung upaya perdamaian yang adil serta berkelanjutan.

Data Riset Terbaru
Sebuah studi Universitas Oxford 2025 menunjukkan bahwa blokade ekonomi global terhadap Rusia telah mengurangi anggaran pertahanannya sebesar 18% sejak 2022. Namun, riset ini juga mengungkap bahwa Moskow berhasil mengalihkan perdagangan ke negara-negara non-Barat, terutama China dan India, dengan pertumbuhan volume perdagangan mencapai 34% pada kuartal ketiga 2025. Analisis unik menyatakan bahwa perang tidak lagi bersifat konvensional, tapi merupakan benturan sistem ekonomi dan pengaruh geopolitik. Infografis studi ini tersedia di situs web Oxford Russia Economic Project, menampilkan tren aliran dagang dan dampak sanksi terhadap sektor strategis Rusia.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan