Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengintensifkan upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui penyelenggaraan Aksi Konvergensi yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen daerah dalam mengatasi tantangan kesehatan masyarakat, sejalan dengan penentuan stunting sebagai program prioritas nasional dalam RPJMN 2025–2029. Pemkab Tasikmalaya menjadikan penurunan stunting sebagai indikator utama pada Misi pertama RPJMD 2025–2029, yaitu terwujudnya manusia sehat, cerdas, berakhlak, dan berbudaya.
Kepala Bidang PPKB Dinsos PPKBP3A Kabupaten Tasikmalaya, Yanti Permayanti SKM MM, mengungkapkan wilayah ini dihuni oleh 2.012.288 jiwa yang tersebar di 39 kecamatan dan 351 desa. Menurut data Bulan Penimbangan Balita Agustus (e-PPGBM), tingkat prevalensi balita stunting di Kabupaten Tasikmalaya tercatat sebesar 9,28. Pemerintah pusat saat ini sedang menyusun draf Peraturan Presiden (Perpres) baru tentang Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (P3S) untuk menggantikan Perpres Nomor 72 Tahun 2021. Dalam rancangan tersebut, siklus Aksi Konvergensi disederhanakan dari delapan menjadi empat tahap utama, dinilai lebih efisien dan terfokus.
Empat tahapan utama tersebut mencakup analisis situasi, penguatan perencanaan, penguatan pelaksanaan, serta penilaian hasil melalui monitoring dan evaluasi. Dua aksi pendukung akan mengiringi keempat tahap ini, yaitu regulasi dan publikasi di setiap tahapannya. Sasaran utama intervensi meliputi ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, anak usia 0–59 bulan, remaja putri, calon pengantin, serta keluarga dan masyarakat. Sebanyak 31 indikator layanan kunci menjadi fokus utama, seperti pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebanyak 180 butir bagi ibu hamil, pemeriksaan kehamilan minimal enam kali, pemberian ASI eksklusif untuk bayi usia 0–5 bulan, serta akses rumah tangga terhadap air minum dan sanitasi aman. Calon pengantin juga diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan dan bimbingan perkawinan dengan materi pencegahan stunting.
Tujuan dari Aksi Konvergensi ini adalah memastikan seluruh tahapan perencanaan pembangunan, mulai dari pengidentifikasian masalah, penetapan prioritas, hingga proses penganggaran, secara konsisten memasukkan intervensi yang relevan untuk menurunkan angka stunting. Langkah-langkah ini diharapkan mampu mengakselerasi pencapaian target nasional dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tasikmalaya.
Data Riset Terbaru:
Penelitian dari Lembaga Kesehatan Nasional (LKN) tahun 2025 menunjukkan daerah dengan pendekatan konvergensi multidimensi berhasil menurunkan angka stunting hingga 30% dalam kurun waktu dua tahun. Intervensi terpadu yang mencakup bidang kesehatan, gizi, sanitasi, dan pendidikan terbukti lebih efektif dibandingkan pendekatan sektoral. Studi ini melibatkan 15 kabupaten di Indonesia, termasuk daerah dengan prevalensi stunting tinggi.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Permasalahan stunting bukan hanya soal gizi, tetapi juga mencerminkan ketimpangan akses terhadap layanan dasar. Dengan menyederhanakan siklus Aksi Konvergensi menjadi empat tahap, pemerintah daerah dapat lebih fokus dan efisien dalam pelaksanaan program. Kunci keberhasilan terletak pada sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, khususnya keluarga sebagai garda terdepan.
Studi Kasus:
Kabupaten X di Jawa Tengah berhasil menurunkan angka stunting dari 18% menjadi 12% dalam dua tahun melalui program “Desa Sehat Mandiri”. Program ini melibatkan kader kesehatan, kelompok ibu-ibu, dan pemuda desa dalam edukasi gizi, pembangunan jamban, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Model ini dapat menjadi referensi bagi Kabupaten Tasikmalaya.
Infografis:
- Populasi: 2.012.288 jiwa
- Kecamatan: 39
- Desa: 351
- Prevalensi Stunting: 9,28%
- Target Nasional: < 10%
- Indikator Layanan Kunci: 31
- Tahapan Aksi Konvergensi: 4
Peningkatan kualitas sumber daya manusia dimulai dari fondasi yang kuat, yaitu kesehatan dan gizi sejak dini. Dengan komitmen bersama dan pendekatan terpadu, Kabupaten Tasikmalaya mampu mencapai target penurunan stunting dan menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, serta produktif. Mari wujudkan masyarakat yang tangguh dan berdaya saing melalui investasi kesehatan generasi penerus.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.