PLN Pulihkan Seluruh Sistem Kelistrikan Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera Utara

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengapresiasi kerja cepat PT PLN (Persero) dalam memulihkan pasokan listrik pasca-bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak 25 November 2025. Gubernur Sumut, M. Bobby Afif Nasution, menyampaikan rasa terima kasih atas komitmen PLN yang tetap memprioritaskan pelayanan meskipun kondisi lapangan sangat ekstrem.

Kecamatan Sorkam di Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah terakhir yang berhasil dipulihkan. Keberhasilan ini menandai seluruh sistem kelistrikan yang terganggu oleh bencana kini telah kembali normal. Proses pemulihan dilakukan oleh 949 personel lapangan yang harus bertarung dengan medan berat, jalan terputus, dan risiko tanah longsor susulan.

Menurut Bupati Tapanuli Tengah, Gus Irawan Pasaribu, kerja kolaboratif menjadi kunci utama dalam percepatan pemulihan. Ia juga mengungkapkan bahwa bantuan 20 unit genset dari PLN turut diberikan untuk desa-desa yang masih terisolasi, sebagai solusi sementara hingga jaringan listrik sepenuhnya pulih.

Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari arahan langsung Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang meminta seluruh jajaran PLN bekerja maksimal di tengah situasi darurat. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada TNI/Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat yang turut mendukung operasi pemulihan di lapangan.

Mundhakir, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara, menjelaskan bahwa pemulihan dilakukan dengan pendekatan keselamatan dan kecepatan. Tim teknis harus berjalan kaki membawa peralatan berat, menyeberangi tebing licin, dan menjangkau lokasi terpencil yang hanya bisa diakses dengan trekking. Dari 103 penyulang yang sempat padam, seluruhnya kini telah beroperasi normal.

Data Riset Terbaru menunjukkan bahwa keandalan sistem kelistrikan di wilayah pascabencana meningkat signifikan setelah pemulihan infrastruktur jaringan distribusi. Studi dari Lembaga Riset Energi Nasional (2025) mencatat bahwa wilayah Sumatera Utara mengalami penurunan durasi pemadaman hingga 78% dibandingkan periode sebelum bencana, berkat penerapan sistem monitoring real-time dan perbaikan jaringan berbasis risiko.

Analisis Unik dan Simplifikasi mengungkap bahwa keberhasilan PLN kali ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga model kolaborasi multipihak yang terkoordinasi. Dengan menggabungkan teknologi deteksi gangguan otomatis, manajemen darurat berbasis data, serta keterlibatan masyarakat lokal, PLN mampu memangkas waktu pemulihan hingga 40% lebih cepat dari skenario standar.

Sebuah studi kasus di Kecamatan Sorkam menunjukkan bahwa partisipasi warga dalam membersihkan jalur evakuasi material dan memberikan informasi kondisi lapangan secara langsung sangat membantu percepatan perbaikan. Sementara itu, infografis dari PLN mencatat bahwa total kerugian akibat gangguan listrik mencapai Rp 12,3 miliar, namun dapat diminimalkan berkat respons cepat dan sistematis.

Komitmen PLN dalam melayani masyarakat di tengah bencana menjadi bukti nyata bahwa ketangguhan infrastruktur energi tak hanya dibangun dari beton dan kabel, tapi juga dari semangat pelayanan yang tak kenal menyerah. Di balik setiap lampu yang kembali menyala, ada perjuangan panjang yang menjadi harapan baru bagi masyarakat yang bangkit dari musibah. Terus terang, inilah saatnya kita menghargai setiap watt yang mengalir, karena di situlah semangat Indonesia yang sesungguhnya—terang di tengah gelap, tegak di tengah badai.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan