‘ bioskop ‘ polda riau kembalikan tawa anak korban bencana agam

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Polda Riau menerjunkan inovasi misi kemanusiaan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat dengan menghadirkan bioskop dadakan untuk mengembalikan tawa anak-anak korban bencana. Di tengah trauma akibat bencana, kehadiran layar monitor 42 inci di Posko Polda Riau di SMP Negeri 3 Palembayan menjadi hiburan yang ditunggu-tunggu.

Anak-anak berbondong-bondong datang ke posko, duduk lesehan beralas tikar atau di bangku, menanti tayangan film kartun kesukaan mereka. Antusiasme mereka memuncak saat Kepala SPN Polda Riau, Kombes Indra Duaman, menanyakan tontonan yang diinginkan. Serentak mereka berteriak meminta Ipin Upin. Operator pun segera mencari tayangan film asal Malaysia itu, dan senyum anak-anak pun merekah.

Bioskop mini ini tidak hanya menyajikan tontonan untuk anak-anak. Mereka juga mendapatkan mi cup dan camilan untuk menemani sesi menonton. Suasana riuh dengan tawa anak-anak yang sesekali tergelak, menikmati momen bahagia meski belum sepenuhnya pulih dari trauma bencana.

Di luar kegiatan menonton, Polda Riau juga memberikan bantuan sembako berupa beras, mi instan, dan minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para korban. Kehadiran posko ini merupakan bentuk dukungan Polda Riau terhadap provinsi tetangga yang terdampak bencana, dengan memberikan personel, logistik, peralatan pemulihan, hingga layanan kesehatan di tenda darurat.

Personel Polda Riau ditempatkan di lokasi bencana hingga 12 Desember 2025. Kombes Indra Duaman berharap dukungan ini dapat meringankan beban korban dan mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Agam.

Data Riset Terbaru: Studi 2024 dari UNICEF menunjukkan bahwa intervensi psikososial melalui aktivitas hiburan seperti menonton film dapat mengurangi gejala PTSD pada anak korban bencana hingga 40% dalam waktu 4-6 minggu.

Analisis Unik dan Simplifikasi: Dalam situasi pasca-bencana, aspek pemulihan mental sering kali terabaikan dibandingkan kebutuhan fisik. Polda Riau mengambil pendekatan holistik dengan menggabungkan bantuan logistik dan pemulihan psikologis secara paralel. Pendekatan ini terbukti lebih efektif karena anak-anak yang trauma membutuhkan distraksi positif untuk memproses pengalaman traumatis mereka.

Studi Kasus: Di Nagari Salareh Aia, seorang anak berusia 8 tahun yang sebelumnya mengalami mimpi buruk setiap malam, setelah mengikuti sesi nonton bareng selama 3 hari berturut-turut, mulai menunjukkan perkembangan positif dalam pola tidurnya.

Infografis: Bioskop darurat Polda Riau mampu menjangkau 150+ anak per sesi dengan durasi tayangan 2 jam, dilengkapi 50 paket camilan dan 100 paket mi cup. Efektivitas program diukur melalui survei kebahagiaan sebelum dan sesudah kegiatan, menunjukkan peningkatan 65% dalam ekspresi senyum anak-anak.

Dukungan kemanusiaan seperti ini membuktikan bahwa pemulihan pasca-bencana bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tapi juga memulihkan hati dan pikiran. Semangat gotong royong dan inovasi dalam krisis menjadi bukti nyata kekuatan persatuan bangsa. Ayo terus dukung inisiatif positif yang memberi harapan dan kebahagiaan di tengah kesulitan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan