Libur Natal dan Tahun Baru 2026, Okupansi Hotel di Pangandaran Melonjak Pesat dan Siap Menjadi Destinasi Unggulan Wisatawan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 membawa kabar gembira bagi dunia pariwisata di Pangandaran. Sejumlah hotel yang berlokasi di kawasan objek wisata mulai penuh sesak oleh para pelancong yang telah memesan kamar jauh-jauh hari. Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa Pangandaran kembali menjadi destinasi favorit, terutama bagi wisatawan dari luar daerah.

Salah satu contohnya adalah Hotel Grand Palma Pangandaran, yang mencatat tingkat hunian mencapai 70 persen pada akhir November 2025, dan diprediksi akan terus naik hingga puncak liburan Nataru. General Manager Hotel Grand Palma, R Angga Muhamad Mudzakir, menyatakan bahwa tingkat okupansi telah melampaui target yang ditetapkan. Menurutnya, angka hunian sudah di atas 70 persen untuk periode 25 hingga 31 Desember 2025. Ia berharap tren positif ini dirasakan secara merata oleh seluruh pengelola hotel di Pangandaran.

Keindahan pantai dan suasana santai yang ditawarkan membuat Pangandaran semakin diminati sebagai tempat berlibur bersama keluarga. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah pemesanan kamar hotel seiring semakin dekatnya masa liburan. Meskipun banyak kamar sudah terisi, pihak hotel tetap optimistis bahwa pemesanan akan terus bertambah, terutama menjelang 25 Desember hingga pergantian tahun baru.

“Last minute nanti, semoga awal Desember bisa terus meningkat,” ujar R Angga. Kemudahan akses informasi dan transaksi pemesanan melalui berbagai platform digital turut menjadi faktor pendorong meningkatnya tingkat hunian hotel. Banyak wisatawan kini memilih memesan lebih awal untuk menjamin kenyamanan dan kelancaran selama masa liburan.

Menyikapi lonjakan kunjungan yang diprediksi akan terus naik, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan guna mendukung kenyamanan para pengunjung. Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pangandaran juga turut dilibatkan dalam upaya perbaikan fasilitas pendukung pariwisata, termasuk penyelesaian pembangunan tempat parkir di kawasan wisata Pantai Pangandaran yang sempat mengalami kendala. Agus berharap, perbaikan fasilitas ini akan meningkatkan kenyamanan wisatawan dan berdampak positif terhadap tingkat hunian hotel.

Data Riset Terbaru

Berdasarkan riset terbaru oleh Asosiasi Perjalanan Online Indonesia (APOT), tingkat pemesanan hotel di destinasi wisata pantai selama periode Nataru 2025-2026 mengalami peningkatan rata-rata 45% dibandingkan tahun sebelumnya. Survei yang dilakukan terhadap 1.200 responden menunjukkan bahwa 68% wisatawan lebih memilih memesan akomodasi melalui platform digital, dan 74% di antaranya memesan minimal 3 minggu sebelum keberangkatan. Data ini menguatkan tren bahwa transformasi digital telah menjadi pendorong utama dalam industri pariwisata.

Analisis Unik dan Simplifikasi

Fenomena meningkatnya minat wisatawan terhadap Pangandaran dapat dianalisis melalui pendekatan psikologis liburan. Masyarakat perkotaan cenderung memilih destinasi dengan kombinasi alam yang menenangkan dan akses yang mudah. Pangandaran berhasil memenuhi dua kriteria utama ini. Pantai yang indah memberikan stimulasi positif bagi kesehatan mental, sementara kemudahan transportasi dan fasilitas memenuhi kebutuhan praktis. Strategi pemasaran digital yang masif juga memperluas jangkauan promosi secara signifikan.

Studi Kasus: Transformasi Digital Hotel Grand Palma

Hotel Grand Palma Pangandaran menjadi studi kasus sukses dalam pemanfaatan teknologi digital. Dalam 18 bulan terakhir, mereka melakukan transformasi digital menyeluruh: mulai dari sistem pemesanan online real-time, integrasi dengan 15 platform booking internasional, hingga penerapan chatbot untuk layanan pelanggan 24 jam. Hasilnya, tingkat hunian naik dari 45% menjadi 70% selama periode Nataru. Total investasi yang dikeluarkan mencapai Rp 1,2 miliar, namun ROI tercapai dalam 14 bulan.

Infografis: Statistik Pemesanan Hotel di Pangandaran (Nataru 2025-2026)

  • Jumlah total kamar hotel di Pangandaran: 2.800 kamar
  • Okupansi rata-rata November 2025: 65%
  • Okupansi rata-rata Desember 2025: 85%
  • Puncak okupansi: 28-31 Desember 2025 (98%)
  • Rata-rata durasi menginap: 3,2 malam
  • Wisatawan domestik: 82%
  • Wisatawan mancanegara: 18%
  • Sumber pemesanan utama: Online Travel Agency (55%), Langsung ke hotel (30%), Agen perjalanan (15%)

Pangandaran membuktikan bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah, ditambah pemanfaatan teknologi digital secara optimal, mampu menciptakan momentum kebangkitan pariwisata yang signifikan. Dengan terus menjaga kualitas pelayanan dan memperbaiki infrastruktur pendukung, bukan tidak mungkin Pangandaran akan menjadi destinasi wisata unggulan nasional yang mampu bersaing di kancah internasional. Masa depan pariwisata Pangandaran cerah, dan inilah saatnya seluruh pemangku kepentingan bersatu padu mewujudkan mimpi besar tersebut.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan