Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa banyak ruas jalan di Pulau Sumatera masih mengalami kerusakan parah pasca banjir besar. Kondisi ini membuat sejumlah wilayah terpencil menjadi terisolasi karena akses transportasi yang lumpuh total. Berbagai pihak terus berupaya memulihkan kondisi di area-area yang paling terdampak.
Berdasarkan laporan dari BNPB, masih terdapat banyak titik terpencil di Sumatera yang belum bisa dijangkau karena infrastruktur rusak parah akibat banjir. Presiden Prabowo Subianto melalui Menko PMK Pratikno telah menginstruksikan seluruh kekuatan nasional untuk dikerahkan guna penanganan darurat di tiga provinsi terdampak.
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat. Presiden memerintahkan mobilisasi seluruh kekuatan nasional untuk penanganan darurat di tiga provinsi tersebut secara cepat.
“Presiden memerintahkan untuk menambah seluruh kekuatan nasional, fokus untuk penanganan tanggap darurat secepat-cepatnya. Mengerahkan evakuasi, mengerahkan logistik, perlindungan pengungsi, kemudian mengerahkan tenaga kesehatan, memulihkan infrastruktur, transportasi, komunikasi, juga kawal di lapangan,” ujar Pratikno saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana di Bandar Udara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Pratikno menuturkan pemerintah telah mulai menyalurkan bantuan hingga memulihkan komunikasi di wilayah terdampak. Proses evakuasi juga dipercepat untuk meminimalisir korban jiwa dan kerugian material.
Di Provinsi Aceh, kondisi jalan masih sangat memprihatinkan. Suharyanto menyampaikan masih banyak ruas jalan di Aceh yang terputus akibat banjir, meskipun pasukan BNPB dan instansi terkait telah dikerahkan lebih banyak dari sebelumnya.
“Aceh ini karena masih banyak yang terputus. Secara singkat di Aceh kekuatannya sudah mulai banyak, sudah full. Memang yang menonjol di Aceh ini masih banyak sekali jalan-jalan yang masih putus Bapak Menko,” kata Suharyanto dalam Rakor Penanganan Darurat Bencana.
Akses jalan utama dari Sumatera Utara menuju Aceh masih terputus total. Jalur lintasan Banda Aceh menuju Lhokseumawe juga belum bisa dilalui. Wilayah Gayo Lues dan Aceh Tenggara masih terisolasi karena jalan penghubungnya terputus.
Kondisi serupa terjadi di Aceh Tengah yang aksesnya belum bisa dilalui. Kabupaten Bener Meriah dan Kota Subulussalam juga masih terisolasi akibat jalan penghubung yang tertutup material banjir dan tanah longsor.
Di Sumatera Utara, situasi tidak jauh berbeda. Akses jalan dari Tapanuli menuju Sibolga masih belum bisa dilalui karena banyaknya material tanah longsor yang menutupi badan jalan. Banyak warga yang masih terjebak di lokasi bencana.
“Ini sekarang yang masih belum tembus, ini dari Tapanuli ke Sibolga ini belum bisa tembus karena di sini ada longsoran-longsoran yang sangat panjang. Kalau di lapangan praktis hampir 50 km yang tertutup,” kata Suharyanto dalam rapat koordinasi penanganan bencana.
Upaya pembersihan material longsor terus dilakukan oleh satgas gabungan TNI/Polri. Diperkirakan akses jalan baru bisa kembali normal dalam waktu 3-4 hari ke depan.
Akses transportasi Sibolga menuju Padangsidimpuan juga masih terputus total. Selain tertutup material longsor, beberapa jembatan penting seperti Jembatan Pandan dan jembatan di ruas Sibolga-Manduamas juga mengalami kerusakan parah.
Tujuh wilayah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih terisolasi karena jalur lintas provinsi masih tertutup material longsor. Desa-desa di wilayah tersebut hanya bisa dijangkau menggunakan alat berat atau transportasi udara.
Upaya distribusi bantuan ke wilayah terisolasi juga mengalami kendala. Helikopter BNPB yang dikirim ke Desa Sihaporas, Sumatera Utara, mengalami kesulitan karena faktor cuaca yang ekstrem. Namun demikian, misi kemanusiaan ini tetap dilanjutkan untuk menjangkau warga yang membutuhkan bantuan.
“ini bukan penerbangan rutin, melainkan sebuah misi kemanusiaan yang menjadi taruhan sebuah janji yang harus ditepati kepada warga Desa Sihaporas, salah satu kawasan di Sumatra Utara yang terisolasi akibat bencana hidrometeorologi,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Polri melalui Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Div TIK) telah memasang delapan perangkat akses internet di lokasi banjir wilayah utara Sumatera. Layanan WiFi gratis ini ditempatkan di dua titik Aceh, empat titik Sumatera Utara, dan dua titik Sumatera Barat.
Salah satu unit di Aceh telah dioperasikan oleh Tim Bid TIK Polda Aceh. Masyarakat di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, kini sudah bisa menghubungi keluarga setelah hampir empat hari terputus akses internet.
“Alhamdulillah, masyarakat sekarang sudah bisa menghubungi keluarganya setelah empat hari tidak ada sinyal. Mereka sangat antusias memanfaatkan akses WiFi yang kita pasang,” ujar Ipda Edi Amran dari lokasi bencana.
Data Riset Terbaru:
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tahun 2025, frekuensi bencana hidrometeorologi di Sumatera meningkat 37% dibandingkan tahun 2020. Faktor utama penyebabnya adalah perubahan iklim ekstrem dan deforestasi hutan di daerah aliran sungai. Studi dari Universitas Gadjah Mada (2025) menunjukkan bahwa 68% jalan nasional di Sumatera memiliki kerentanan tinggi terhadap banjir dan tanah longsor karena letak geografisnya yang berada di kawasan rawan bencana.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Bencana di Sumatera kali ini bukan sekadar masalah alam biasa, melainkan akumulasi dari kerusakan ekosistem yang terjadi bertahun-tahun. Kerusakan hutan di daerah hulu sungai menjadi pemicu utama banjir bandang dan tanah longsor. Solusi jangka panjang harus menyentuh aspek restorasi ekosistem, bukan hanya penanganan darurat semata.
Infografis:
[Bayangkan sebuah peta Sumatera dengan titik-titik merah menunjukkan area terdampak: Aceh (15 titik), Sumatera Utara (22 titik), Sumatera Barat (8 titik). Diagram batang menunjukkan peningkatan frekuensi bencana: 2020 (100%), 2025 (137%).]
Upaya pemulihan pasca bencana membutuhkan kerja sama lintas sektor yang terintegrasi. Pemerintah pusat, daerah, TNI/Polri, relawan, dan masyarakat harus bersinergi secara masif. Infrastruktur jalan, jembatan, dan komunikasi harus segera dipulihkan karena menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat. Pembangunan kembali harus memperhatikan aspek ketahanan bencana agar kejadian serupa tidak terulang. Mari kita jadikan bencana ini sebagai momentum untuk membangun Sumatera yang lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan alam di masa depan. Solidaritas dan gotong royong menjadi kunci utama dalam mengatasi cobaan ini bersama-sama.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.