Sebanyak 23 orang dilaporkan tewas akibat bencana banjir dan longsor di Tapanuli Utara (Taput), sementara 28 orang lainnya masih dalam status hilang. Jumlah korban tersebut terus bertambah seiring dengan proses evakuasi yang masih berlangsung di lokasi bencana. Menurut keterangan dari Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing, korban tewas berhasil ditemukan di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Adiankoting dan Kecamatan Parmonangan, yang berada di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Walpon menjelaskan bahwa pencarian korban dihentikan sementara karena kondisi malam hari yang gelap. Lokasi kejadian dinilai terlalu gelap untuk melanjutkan operasi pencarian, sehingga tim SAR memutuskan untuk menunda aktivitas hingga esok hari. “Kita hentikan dulu pencariannya karena sudah malam, gelap lokasinya. Besok pagi, saat udah terang, kita lanjut cari lagi,” ujarnya. Proses pencarian direncanakan akan dilanjutkan pada Minggu, 30 November 2025.
Pencarian korban terus menjadi prioritas utama bagi tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, Basarnas, dan relawan. Mereka berupaya keras menjangkau lokasi-lokasi yang sulit akibat terdampak longsor dan banjir. Dengan kondisi medan yang menantang, tim menggunakan alat berat dan peralatan manual untuk mencari korban yang masih hilang.
Kondisi cuaca dan medan yang berat menjadi tantangan besar dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Namun, semangat para tim relawan tidak surut. Mereka terus berupaya memberikan yang terbaik demi menemukan korban yang masih hilang. Masyarakat sekitar juga turut membantu dengan memberikan informasi dan dukungan logistik kepada para petugas.
Bencana ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam, terutama di wilayah yang rawan longsor dan banjir. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai mitigasi bencana. Selain itu, perlu adanya pemetaan wilayah rawan bencana serta pembangunan infrastruktur yang mampu menanggulangi dampak bencana secara efektif.
Data Riset Terbaru: Studi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa wilayah Sumatera Utara termasuk dalam kategori rawan bencana longsor dan banjir, terutama saat musim hujan. Faktor curah hujan tinggi, kondisi tanah yang labil, serta alih fungsi lahan menjadi penyebab utama meningkatnya risiko bencana di daerah ini. Penelitian terbaru juga mengungkapkan bahwa penguatan infrastruktur tahan bencana dan penerapan sistem peringatan dini dapat menurunkan angka korban hingga 40%.
Studi Kasus: Kasus bencana di Tapanuli Utara menjadi contoh nyata bagaimana bencana alam dapat terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan kerugian besar. Di Kecamatan Adiankoting, longsor menimbun rumah warga yang berada di lereng bukit. Sementara di Kecamatan Parmonangan, banjir bandang membawa material batu dan kayu yang merusak pemukiman. Kedua kecamatan ini memiliki karakteristik wilayah perbukitan dengan curah hujan tinggi, sehingga rentan terhadap longsor dan banjir.
Infografis: Wilayah Sumatera Utara memiliki 15 kabupaten yang tergolong rawan longsor. Tiga di antaranya adalah Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan Toba Samosir. Data menunjukkan bahwa lebih dari 60% bencana longsor di Sumatera Utara terjadi saat musim hujan, terutama antara bulan November hingga Februari. Faktor utama pemicu longsor adalah curah hujan tinggi, penebangan liar, dan pembangunan di area lereng tanpa memperhatikan aspek keselamatan.
Masyarakat dan pemerintah harus bersinergi dalam menghadapi ancaman bencana alam. Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi juga menjadi bagian dari kesadaran kolektif. Mari tingkatkan kewaspadaan, dukung program mitigasi bencana, dan jadikan kebencanaan sebagai bagian dari budaya hidup yang tangguh. Bersama, kita bisa meminimalkan risiko dan melindungi nyawa serta harta benda dari ancaman bencana alam.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.