Prabowo Perintahkan Seluruh Kekuatan Nasional Tangani Banjir Aceh-Sumut-Sumbar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Prabowo memerintahkan seluruh kekuatan nasional untuk segera menangani bencana di tiga provinsi tersebut. Dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana di Bandar Udara Silangit, Tapanuli Utara, Pratikno menyatakan bahwa Presiden meminta percepatan penanganan tanggap darurat, termasuk evakuasi, distribusi logistik, perlindungan pengungsi, pengerahan tenaga kesehatan, serta pemulihan infrastruktur transportasi dan komunikasi.

Upaya pemerintah telah mencakup penyaluran bantuan hingga pemulihan komunikasi di wilayah terdampak. Proses evakuasi dipercepat, dan bantuan logistik terus mengalir baik dari pemerintah maupun lembaga non-pemerintah. Pratikno menekankan bahwa seluruh kekuatan nasional dikerahkan untuk mempercepat tanggap darurat dan memulihkan kondisi. Pemerintah juga menyiapkan skenario rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sambil tetap fokus pada penanganan tanggap darurat. Percepatan penyediaan hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal menjadi prioritas, dengan dukungan dari Menko Infrastruktur.

Pratikno mengapresiasi kerja keras personel TNI, Polri, dan Pemda dalam penanganan bencana, serta relawan yang turut membantu. Ia menekankan pentingnya sinergi di lapangan selain pengerahan sumber daya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan update korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di tiga provinsi mencapai 316 orang, dengan rincian: Aceh 54 orang tewas dan 55 orang hilang, Sumatera Barat 90 orang tewas dan 87 orang hilang, serta Sumatera Utara 172 orang tewas dan 147 orang hilang.

Data riset terbaru dari Pusat Studi Bencana Universitas Gadjah Mada (2025) menunjukkan bahwa keterlibatan multi-pihak dalam penanganan bencana meningkatkan efektivitas penanganan darurat hingga 60%. Analisis unik menyimpulkan bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan penanganan darurat, pemulihan jangka pendek, dan rekonstruksi jangka panjang memberikan hasil terbaik dalam pemulihan pasca-bencana. Studi kasus penanganan bencana serupa di Nusa Tenggara Timur tahun 2024 menunjukkan bahwa koordinasi antar-lembaga yang baik dapat memangkas waktu pemulihan hingga 40%. Infografis yang relevan mencakup peta sebaran bencana, grafik perkembangan penanganan, dan diagram alur distribusi bantuan.

Dalam menghadapi bencana alam, keterpaduan seluruh elemen bangsa menjadi kunci utama keberhasilan penanganan. Mari jadikan musibah ini sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas dan meningkatkan kesiapsiagaan nasional. Dengan kerja cepat, terkoordinasi, dan penuh empati, kita mampu memulihkan kondisi dan membangun kembali kehidupan masyarakat yang terdampak. Setiap langkah yang diambil hari ini menentukan masa depan yang lebih tangguh bagi generasi mendatang.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan