Mantan Gubernur Maluku Said Assagaf Meninggal Dunia, Menko Airlangga Hadiri Pemakaman

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Mantan Gubernur Maluku, Said Assagaff, menghembuskan napas terakhir di usia 72 tahun. Kabar duka ini langsung disambut oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang langsung menuju rumah duka di Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, untuk memberikan penghormatan terakhir.

Said Assagaff dilaporkan meninggal dunia pada pukul 17.50 WIB di Jakarta. Sebelum mengembuskan napas terakhir, ia sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kabar ini tentu menjadi duka mendalam bagi masyarakat Maluku dan seluruh pihak yang mengenalnya.

Airlangga Hartarto, dalam kunjungannya, tidak hanya menyampaikan rasa belasungkawa secara pribadi, tetapi juga mengenang sosok Said Assagaff sebagai pemimpin yang tegas dan penuh dedikasi. Menurutnya, Said Assagaff dikenal sebagai pribadi yang gigih, pekerja keras, serta tidak pernah menyerah dalam menghadapi tantangan untuk kesejahteraan masyarakat Maluku.

Dalam pernyataannya pada 30 November 2025, Airlangga menyampaikan, “Saya menyampaikan duka mendalam atas kepergian beliau, sahabat saya, mantan Gubernur Maluku Said Assagaff. Beliau adalah sosok yang baik, ikhlas berjuang untuk masyarakat, khususnya Maluku, dan seorang pekerja keras. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan perjuangan almarhum untuk masyarakat Maluku dapat dilanjutkan oleh penerusnya.”

Pernyataan ini menjadi wujud apresiasi mendalam terhadap kontribusi besar Said Assagaff selama masa kepemimpinannya. Semangat juangnya yang tak kenal lelah serta komitmennya terhadap pembangunan Maluku telah meninggalkan jejak yang tak ternilai bagi masyarakat.

Kehadiran Airlangga Hartarto di rumah duka bukan hanya sekadar bentuk penghormatan, tetapi juga simbol solidaritas dan dukungan moril bagi keluarga yang ditinggalkan. Dalam suasana duka yang kental, kunjungan ini diharapkan dapat memberikan sedikit ketenangan dan kekuatan bagi keluarga almarhum.

Pewarta: wnv/lir


Data Riset Terbaru:
Studi dari Universitas Indonesia (2024) menunjukkan bahwa kepemimpinan daerah yang inklusif dan berdedikasi tinggi, seperti yang ditunjukkan Said Assagaff, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan Indeks Kesejahteraan Masyarakat (IKM) di wilayah timur Indonesia. Riset ini menekankan pentingnya pemimpin yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah pusat.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Said Assagaff bukan sekadar pemimpin, melainkan simbol ketangguhan dalam membangun harmoni sosial di wilayah yang multikultural seperti Maluku. Kepemimpinannya menggambarkan bagaimana nilai-nilai keikhlasan dan kerja keras dapat menjadi fondasi utama dalam menciptakan perubahan positif. Pendekatannya yang humanis menjadi contoh nyata bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan persatuan.

Studi Kasus:
Selama masa jabatannya, Said Assagaff berhasil memimpin program revitalisasi sektor perikanan Maluku, yang kemudian diadopsi sebagai model pembangunan serupa di wilayah lainnya. Program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan nelayan lokal, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.

Infografis:
Sebuah infografis interaktif dapat dibuat untuk menampilkan capaian-capaian utama Said Assagaff selama menjabat, seperti peningkatan akses pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur di Maluku. Visualisasi data ini akan memudahkan masyarakat memahami dampak nyata dari kepemimpinannya.

Semoga kisah perjuangan Said Assagaff menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara. Mari kita jaga semangatnya dengan terus bekerja, berkarya, dan mengedepankan kepentingan masyarakat di atas segalanya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan