Kepala BNPB Bicara soal Gudang Beras di Sibolga Didatangi Warga

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Banjir di Sibolga, Sumatera Utara, mendatangkan duka mendalam bagi warga setempat. Dalam kondisi darurat, beberapa warga terlihat mendatangi gudang Bulog secara spontan. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan bahwa aksi ini terjadi karena kondisi memaksa. Namun, situasi berhasil dikendalikan oleh Forkopimda, termasuk Kapolda dan Pangdam. Beras yang ada di gudang Bulog kemudian dibagikan secara merata kepada masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah yang menjadi korban banjir.

Menurut Suharyanto, pembagian beras berlangsung tanpa kekerasan. Tidak ada unsur paksaan atau bentrokan. Sebagian besar warga yang datang adalah para ibu-ibu. Proses pembagian berakhir dengan kondusif. Video dan rekaman kejadian tersebut tersedia untuk umum. Setelah beras dibagikan, gudang menjadi kosong, dan masyarakat pun mulai bertanya tentang langkah selanjutnya.

Masyarakat diminta untuk tidak panik mengenai ketersediaan beras. Suharyanto telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Bulog. Sebuah kapal bantuan akan tiba di Sibolga besok sore. Kapal Angkatan Laut yang berangkat pagi hari membawa logistik sebanyak 100 ton. Muatan tersebut mencakup beras, mie instan, toilet portable, alat penjernih air, dan mobil dapur umum. Kedatangan logistik ini diharapkan mampu meredakan kecemasan warga yang sempat terisolir akibat banjir.

Data riset terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa koordinasi antarlembaga menjadi kunci utama dalam penanganan bencana. Studi kasus di Sibolga mencerminkan pentingnya respons cepat dan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan lembaga logistik seperti Bulog. Infografis dari BNPB menyatakan bahwa distribusi bantuan pangan dalam 48 jam pertama pasca-bencana meningkatkan ketahanan psikologis korban hingga 60%. Pendekatan humanis tanpa kekerasan terbukti efektif meredakan ketegangan sosial di area terdampak.

Masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah menunjukkan ketangguhan di tengah musibah. Dengan kedatangan bantuan logistik yang terencana, harapan akan pemulihan segera bukan sekadar angan. Mari jadikan solidaritas ini sebagai semangat gotong royong dalam menghadapi setiap cobaan alam. Dukungan nyata dari seluruh elemen bangsa menjadi bukti bahwa kita tidak pernah sendiri dalam menghadapi bencana.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan