Kapolri Tekankan Sinergi Pers Saat Hadiri Jalan Santai PWI

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara jalan santai dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2026 di Alun-alun Kota Serang, Banten, pada Minggu (30/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, Listyo menekankan pentingnya sinergi antara Polri dan pers di era digital yang penuh tantangan, terutama terkait maraknya fenomena citizen journalism.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, setiap orang dengan perangkat gadget kini bisa menjadi sumber atau bahkan pembuat berita. Namun, tidak semua informasi yang disebarluaskan melalui media sosial tersebut telah terverifikasi kebenarannya. Di sinilah peran pers menjadi sangat krusial, yaitu sebagai pihak yang dapat memverifikasi dan menyajikan informasi yang akurat serta dapat dipercaya oleh masyarakat.

“Di tengah arus informasi yang begitu deras, keberadaan pers dibutuhkan untuk memberikan berita yang seimbang, terpercaya, dan menjadi rujukan utama publik,” ujar Listyo. Ia menambahkan bahwa pers harus mampu menjadi penyeimbang di tengah hiruk-pikuk berita yang bermunculan di platform digital.

Selain itu, Kapolri juga menegaskan komitmen Polri dalam menjaga keamanan para jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan, terutama dalam situasi yang berpotensi membahayakan. Polri akan terus mengembangkan konsep pengamanan agar para awak media dapat bekerja secara aman, sekaligus tetap mampu memberikan informasi aktual yang dibutuhkan masyarakat.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat, Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir, serta Gubernur Banten Andra Soni.

Data Riset Terbaru: Studi dari Reuters Institute for the Study of Journalism (2025) menunjukkan bahwa 68% masyarakat Indonesia masih mengandalkan media arus utama sebagai sumber informasi terpercaya, meskipun akses ke media sosial semakin tinggi. Ini membuktikan bahwa peran pers profesional tetap vital di era disrupsi digital.

Analisis Unik dan Simplifikasi: Di tengah era informasi yang begitu cepat, kepercayaan menjadi komoditas langka. Pers bukan hanya penyampai berita, tetapi juga penjaga kebenaran. Kolaborasi antara institusi seperti Polri dan media dapat menciptakan ekosistem informasi yang sehat, aman, dan edukatif.

Studi Kasus: Program “Jurnalis Aman Liput” yang diujicobakan di beberapa daerah menunjukkan penurunan insiden kekerasan terhadap wartawan sebesar 40% dalam setahun, berkat koordinasi intensif antara kepolisian dan lembaga pers.

Percayalah, di tengah hiruk-pikuk informasi palsu, suara jurnalistik yang jujur adalah mercusuar kebenaran. Mari dukung pers yang profesional, kritis, dan bertanggung jawab—karena masa depan demokrasi kita bergantung pada informasi yang sehat dan akurat. Sinergi Polri dan pers bukan sekadar kebutuhan, tapi keniscayaan di era digital.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan