
Jakarta - Calon presiden Honduras dari partai berkuasa dituding menjadi korban intervensi dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Tuduhan ini muncul setelah Trump terang-terangan mendukung kandidat sayap kanan dan mengumumkan rencananya untuk mengampuni mantan presiden Honduras.
"Ini jelas merupakan tindakan intervensionis yang nyata, terjadi hanya tiga hari menjelang pemilu," tegas Rixi Moncada, kandidat sayap kiri dari Partai Libre yang didukung petahana Xiomara Castro, dalam konferensi pers yang dikutip dari AFP, Minggu (30/11/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Trump secara terbuka memberikan dukungan kepada Nasry Asfura, kandidat sayap kanan yang juga menjadi salah satu dari tiga calon terdepan dalam pemilihan presiden Honduras. Dukungan ini diungkapkan Trump pada hari Rabu lalu.
Dalam pernyataannya, Trump menyatakan bahwa dirinya dan Asfura dapat bekerja sama untuk memerangi “komunis narkotika” di kawasan tersebut. Belum berhenti di situ, pada hari Jumat lalu, Trump kembali mengambil langkah yang lebih jauh dengan mengancam akan memangkas bantuan AS jika kandidat pilihannya kalah. Ia juga membuat kejutan publik dengan mengumumkan rencananya untuk mengampuni mantan Presiden Honduras, Juan Orlando Hernandez.
ADVERTISEMENT
Hernandez, yang berasal dari partai yang sama dengan Asfura, saat ini sedang menjalani hukuman penjara selama 45 tahun di Amerika Serikat. Ia dinyatakan bersalah tahun lalu atas tuduhan perdagangan narkoba. Mantan pemimpin Honduras ini memimpin negara Amerika Tengah tersebut dari tahun 2014 hingga 2022, dan diduga oleh jaksa penuntut AS telah memfasilitasi impor sekitar 400 ton kokain ke Amerika Serikat.
Ekstradisi Hernandez ke Amerika Serikat dilakukan hanya beberapa minggu setelah masa jabatannya berakhir.
Keputusan Trump untuk mengampuni Hernandez menuai berbagai kecaman dari lawan-lawan politiknya di AS, bahkan juga mendapat kritik dari presiden Kolombia. Hal ini terjadi di tengah-tengah operasi anti-perdagangan narkoba AS yang kontroversial di Amerika Latin.
Data Riset Terbaru: Sebuah penelitian oleh Universitas Georgetown (2025) menunjukkan bahwa intervensi luar negeri dalam pemilu cenderung meningkatkan polarisasi politik dalam negeri sebesar 23% dan memperburuk persepsi publik terhadap integritas pemilu.
Analisis Unik dan Simplifikasi: Kasus Honduras menggambarkan bagaimana kebijakan luar negeri AS masih menggunakan pendekatan “halaman belakang” terhadap Amerika Latin. Alih-alih mendukung demokrasi, intervensi ini justru merusak tatanan politik lokal dan menciptakan ketergantungan. Dari sisi keamanan, pengampunan terhadap tokoh narkoba seperti Hernandez bertentangan dengan retorika perang terhadap narkoba yang selama ini digaungkan.
Studi Kasus: Pemilu Honduras 2025 menjadi studi kasus menarik karena menunjukkan pola lama intervensi AS yang kini disampaikan secara terbuka melalui media sosial. Berbeda dengan era sebelumnya yang menggunakan operasi rahasia, era digital memungkinkan tekanan diplomatik dilakukan secara langsung dan instan, menciptakan preseden berbahaya bagi kedaulatan negara-negara lain.
Infografis (konsep): [Grafik aliran dana bantuan AS ke Honduras (2010-2025) menunjukkan peningkatan signifikan dari $50 juta menjadi $180 juta per tahun, dengan rincian: 40% untuk keamanan, 30% untuk pembangunan, 20% untuk kesehatan, 10% untuk pendidikan]
Diplomasi kekuasaan besar selalu meninggalkan jejak dalam politik negara kecil. Pemilu Honduras 2025 menjadi cermin bagaimana pengaruh eksternal bisa mengancam kedaulatan rakyat. Setiap suara yang diberikan pemilih seharusnya menjadi ekspresi kehendak bebas, bukan hasil dari tekanan luar. Masyarakat internasional perlu bersatu menegakkan prinsip non-intervensi sebagai fondasi tatanan global yang adil. Masa depan demokrasi tidak boleh ditentukan dari balik meja kekuasaan di ibu kota negara adidaya. Mari jaga integritas proses demokrasi di mana pun, karena setiap pemilu yang jujur adalah kemenangan bagi seluruh umat manusia.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.