Menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Telkomsel telah melakukan persiapan menyeluruh terhadap infrastruktur jaringannya, termasuk layanan 5G. Meski ketersediaan frekuensi 5G masih terbatas, perusahaan menjamin kualitas layanan tetap terjaga dan tidak terganggu oleh tantangan teknis tersebut.
Indra Mardiatna, Direktur Network Telkomsel, menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan berbasis teknologi terdepan. Dalam pernyataannya pada Jumat (28/11/2025), ia menyatakan bahwa penyediaan layanan 5G didukung oleh sekitar 5.000 unit base transceiver station (BTS) yang tersebar di seluruh Indonesia, mencakup 76 kota dan kabupaten.
Di wilayah Jakarta, Telkomsel telah mengoperasikan lebih dari 3.000 BTS 5G. Dengan pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan autonomous network, perusahaan berupaya meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, sekaligus mendorong produktivitas pengguna.
Namun demikian, keterbatasan spektrum frekuensi menjadi tantangan tersendiri bagi optimalisasi layanan 5G. Secara teknis, penyediaan layanan 5G memerlukan bandwidth minimal 100 MHz untuk kinerja maksimal. Faktanya, saat ini operator seluler masih harus berbagi spektrum antara layanan 4G dan 5G. Meskipun demikian, Telkomsel tetap optimis bahwa layanan 5G yang disediakan tidak akan mengecewakan pengguna.
Nizar Fuadi, VP Network Strategic Collaboration and Settlement Telkomsel, menjelaskan bahwa pengembangan jaringan 5G dilakukan secara bertahap sesuai dengan permintaan pasar. Ia menekankan bahwa keterbatasan spektrum tidak menghalangi Telkomsel untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan dalam mengakses layanan seperti streaming video dan game online.
Sebagai salah satu operator seluler paling agresif dalam menghadirkan 5G, Telkomsel mengandalkan teknologi Non-Standalone (NSA) untuk mengatasi keterbatasan spektrum. Teknologi ini memungkinkan integrasi jaringan 4G dan 5G secara bersamaan, sehingga tetap dapat memberikan kecepatan dan latensi yang lebih baik dibandingkan layanan generasi sebelumnya.
Saat ini, Telkomsel mengoperasikan layanan seluler menggunakan pita frekuensi 900 MHz, 1,8 GHz, 2,1 GHz, dan 2,3 GHz. Untuk layanan 5G, perusahaan memanfaatkan pita frekuensi 2,3 GHz dengan bandwidth 30 MHz dari total 50 MHz yang dimiliki.
Data Riset Terbaru:
Studi dari GSMA Intelligence (2025) menunjukkan bahwa adopsi 5G di Asia Tenggara diproyeksikan mencapai 40% dari total koneksi seluler pada tahun 2026. Di Indonesia, meskipun keterbatasan spektrum menjadi tantangan, penggunaan teknologi NSA dan optimasi jaringan hybrid 4G-5G terbukti mampu meningkatkan throughput hingga 60% dibandingkan jaringan 4G standalone.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Pendekatan Telkomsel dalam menghadirkan 5G di tengah keterbatasan frekuensi menunjukkan strategi bisnis yang realistis. Alih-alih menunggu alokasi spektrum tambahan, perusahaan memilih memanfaatkan infrastruktur yang ada secara maksimal. Ini adalah contoh nyata bagaimana inovasi teknologi dapat menjadi solusi di tengah keterbatasan regulasi dan sumber daya.
Studi Kasus:
Implementasi 5G di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta menjadi studi kasus sukses penerapan teknologi NSA. Dengan kombinasi BTS 4G dan 5G, kecepatan unduh mencapai 600 Mbps, meningkat 3 kali lipat dibandingkan jaringan 4G sebelumnya. Ini membuktikan bahwa kualitas layanan tidak selalu bergantung pada ketersediaan frekuensi semata, tetapi juga pada kemampuan teknologi dan manajemen jaringan.
Infografis:
- Jumlah BTS 5G Telkomsel: 5.000 unit
- Cakupan wilayah: 76 kota/kabupaten
- BTS 5G di Jakarta: >3.000 unit
- Frekuensi 5G: 2,3 GHz (30 MHz dari 50 MHz)
- Teknologi pendukung: NSA, AI, Autonomous Network
Dengan komitmen kuat dan pendekatan teknologi yang adaptif, Telkomsel membuktikan bahwa tantangan infrastruktur bukan halangan untuk memberikan layanan terbaik. Bagi pengguna, ini berarti pengalaman digital yang lebih cepat, stabil, dan mendukung berbagai aktivitas modern. Masa depan konektivitas bukan tentang memiliki sumber daya terbanyak, tetapi tentang kemampuan berinovasi di tengah keterbatasan. Ayo manfaatkan teknologi 5G sekarang dan rasakan perbedaannya dalam setiap aktivitas digital Anda.
Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.