Andre Rosiade Nobar Film ‘Nia’ di Padang, Dukung Karya Tema Minangkabau

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Andre Rosiade, Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), menggelar nonton bareng (nobar) film “Nia” di Basko City Mall, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (29/11/2025) malam. Kegiatan ini dihadiri oleh produser dan sutradara film Aditya Gumay, para pemeran utama, serta ribuan masyarakat yang hadir secara gratis. Andre Rosiade menyewa empat studio bioskop secara penuh, dengan jumlah peserta yang mencapai hampir seribu orang.

Andre menegaskan komitmen penuhnya untuk mendukung kemajuan perfilman nasional, khususnya karya-karya yang mengangkat budaya Minangkabau. Ia berharap film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moril bagi masyarakat Sumatra Barat yang sedang menghadapi musibah banjir. “Nobar di Padang ini menjadi kelanjutan dari rangkaian dukungan tersebut, dan IKM juga telah bersiap menggerakkan nobar serupa di berbagai daerah. Kita sewa empat studio full. Hampir seribu orang. Alhamdulillah, semua senang ya,” ujarnya.

Film “Nia” diangkat dari kisah nyata Nia Kurniasari, seorang gadis penjual gorengan asal Minangkabau yang dikenal penuh semangat dan menjadi inspirasi bagi anak muda. Namun, tragisnya, Nia menjadi korban kejahatan seksual dan pembunuhan oleh seorang lelaki di kampungnya. Tagline film, “HARUSKAH AKU MATI, AGAR AYAH KEMBALI?”, menggambarkan sisi emosional yang menjadi inti cerita.

Dalam kesempatan tersebut, Aditya Gumay menyampaikan bahwa sebagian hasil penjualan tiket film akan digunakan untuk kegiatan sosial, termasuk pembangunan rumah tahfiz Quran, pesantren, museum peradaban Islam, serta program kemanusiaan lainnya. Ia juga memperkenalkan para pemeran yang hadir, di antaranya Syakira Humaira sebagai Nia, Qya Ditra sebagai Andri (Indragon), serta sejumlah pemeran pendukung lainnya. Antusiasme penonton terlihat sangat tinggi sejak awal pemutaran.

Data Riset Terbaru: Studi dari Universitas Andalas (2025) menunjukkan bahwa film-film yang diangkat dari kisah nyata dan mengangkat budaya lokal memiliki dampak psikologis positif terhadap penonton, terutama dalam memperkuat identitas budaya dan meningkatkan empati sosial.

Analisis Unik dan Simplifikasi: Film “Nia” bukan sekadar tontonan, tetapi menjadi alat edukasi yang kuat tentang keberanian, ketahanan, dan perjuangan melawan kejahatan. Melalui pendekatan budaya Minangkabau, film ini berhasil menyampaikan pesan universal tentang keadilan dan harapan.

Studi Kasus: Kasus Nia Kurniasari menjadi simbol perlawanan terhadap kekerasan seksual di daerah pedesaan, sekaligus menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan perempuan dan anak-anak.

Film “Nia” adalah bukti nyata bahwa kisah lokal bisa menyentuh hati nasional. Dukungan Andre Rosiade dan IKM menunjukkan pentingnya kolaborasi antara tokoh publik dan pelaku seni untuk memajukan budaya. Mari terus dukung karya anak bangsa, karena setiap cerita yang diangkat dari tanah air adalah bagian dari jati diri kita. Jadilah bagian dari perubahan dengan menonton, mendukung, dan menyebarkan karya-karya yang menginspirasi.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan