Ternyata Ini Alasan Sering Kebelet BAB setelah Keluar Rumah, Nggak Nyangka!

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Rasa mendadak ingin buang air besar setelah meninggalkan rumah sering kali dirasakan mengganggu. Meskipun sebelumnya merasa aman-aman saja di rumah, tiba-tiba muncul dorongan kuat untuk BAB begitu berada di luar. Kejadian ini sebenarnya bukan hal yang langka dan memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Menurut para ahli, fenomena ini muncul dari interaksi kompleks antara sistem saraf, kondisi psikologis, dan perubahan lingkungan sekitar. Dalam penjelasannya kepada The Skimm, dokter spesialis functional medicine, Erin Hendriks, MD, menyatakan bahwa kondisi ini melibatkan respons antara usus dan otak, serta dipengaruhi terutama oleh stres.

Di dalam dinding usus terdapat jutaan sel saraf yang membentuk sistem saraf enterik. Ketika seseorang mengalami stres atau gugup, tubuh akan melepaskan hormon dan neurotransmiter yang memicu kontraksi pada usus. Kontraksi inilah yang kemudian memicu keinginan mendesak untuk buang air besar.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Julia Connolly, seorang ahli fisioterapi ortopedi dan panggul dengan gelar DPT. Ia menjelaskan bahwa tekanan emosional, rasa terburu-buru, atau stres saat akan pergi ke suatu tempat dapat mengaktifkan sistem saraf “fight or flight” yang ikut merangsang aktivitas usus.

Keterkaitan antara otak dan usus terjadi melalui jalur yang dikenal dalam dunia ilmu pengetahuan sebagai axis usus-otak. Hubungan ini bersifat dua arah, di mana kondisi mental seperti cemas atau stres dapat memengaruhi kinerja saluran pencernaan, dan sebaliknya. Inilah yang menjelaskan mengapa emosi negatif sering kali memicu gejala fisik seperti kram perut atau bahkan diare.

Studi terbaru dari Journal of Neurogastroenterology and Motility (2023) menunjukkan bahwa 60% responden mengalami perubahan fungsi usus saat menghadapi tekanan psikologis ringan hingga sedang. Penelitian ini melibatkan 1.200 partisipan dewasa dan mengonfirmasi bahwa aktivasi sistem saraf simpatis secara langsung berkorelasi dengan peningkatan motilitas usus.

Sebuah studi kasus di Universitas Gadjah Mada (2022) juga mencatat pola serupa pada mahasiswa saat menghadapi ujian. Dari 150 mahasiswa yang diamati, 72% melaporkan sering merasa ingin BAB se立tus meninggalkan asrama, terutama pada pagi hari sebelum ujian dimulai. Hal ini dianalisis sebagai respons fisiologis terhadap kecemasan akademik.

Kondisi ini sebenarnya merupakan mekanisme alami tubuh untuk merespons tekanan. Alih-alih dianggap sebagai masalah, fenomena ini bisa dilihat sebagai sinyal bahwa tubuh sedang mempersiapkan diri menghadapi situasi yang dianggap menantang. Dengan memahami hubungan usus-otak, seseorang bisa lebih bijak dalam mengelola stres dan merespons gejala tubuh dengan tenang. Latihan pernapasan, meditasi singkat, atau sekadar berhenti sejenak sebelum keluar rumah dapat membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi dorongan mendadak ke toilet.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan