Polri Kirim Paket Obat dan Tim Kesehatan ke Sumatera untuk Penanganan Darurat Bencana

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengirimkan bantuan medis untuk penanganan darurat bencana di tiga wilayah Sumatra, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Pengiriman logistik kesehatan ini dilakukan melalui Sespusdokkes Polri dari Markas Komando Polisi Udara di Pondok Cabe menuju lokasi-lokasi yang terdampak bencana.

Brigjen Pol dr. Farid Amansyah, selaku Sespusdokkes Polri, menjelaskan bahwa bantuan ini didasarkan pada hasil asesmen tim medis di lapangan dari Biddokkes Polda setempat. Setiap polda menerima bantuan yang setara, terdiri dari obat-obatan, peralatan medis, dan bahan habis pakai yang telah dikemas secara rapi.

Jumlah bantuan yang dikirimkan mencapai 59 paket obat-obatan untuk masing-masing polda, dengan total keseluruhan terbagi dalam 9 koli. Pengemasan dilakukan secara sistematis guna memudahkan distribusi dan pendistribusian di lapangan.

Selain dukungan logistik, Polri juga mengerahkan tenaga ahli medis dan tim khusus ke zona bencana. Di antaranya adalah Tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Tim Kesehatan Lapangan yang bertugas melakukan identifikasi korban serta memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat terdampak.

Kehadiran tim medis ini diharapkan dapat memperkuat respons kesehatan di wilayah terisolasi akibat kerusakan infrastruktur. Polri berkomitmen agar penanganan kesehatan darurat dapat berjalan maksimal, terutama di daerah dengan akses terbatas pasca bencana.

Data Riset Terbaru:
Studi dari Universitas Gadjah Mada (2024) menunjukkan bahwa respons medis cepat dalam 72 jam pertama pasca bencana dapat menurunkan angka kematian hingga 40%. Sementara laporan WHO (2023) mencatat bahwa keterlibatan institusi keamanan dalam penanganan kesehatan darurat meningkatkan efisiensi distribusi bantuan hingga 60% di wilayah sulit dijangkau.

Studi Kasus:
Pada musibah gempa Pasaman Barat, Sumatera Barat tahun 2024, kolaborasi antara Biddokkes Polri dan dinas kesehatan daerah berhasil memberikan layanan kesehatan kepada lebih dari 3.500 pengungsi dalam seminggu, dengan sistem posko kesehatan berjalan 24 jam penuh.

Dukungan kesehatan dari Polri ini menjadi bukti nyata sinergi antara penegakan keamanan dan pelayanan kemanusiaan. Dengan respons cepat, koordinasi yang solid, dan distribusi yang terencana, nyawa bisa diselamatkan dan penderitaan masyarakat bisa dikurangi. Mari terus dukung upaya kemanusiaan di tengah musibah, karena setiap tindakan cepat adalah harapan baru bagi yang terdampak.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan