Polda Riau Kerahkan Drone dan Starlink untuk Evakuasi Bencana di Sumbar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kepolisian Daerah Riau mengirimkan ratusan personel serta peralatan bantuan menuju Sumatera Barat sebagai respons darurat terhadap bencana alam yang terjadi di wilayah tersebut. Pengiriman ini mencakup berbagai peralatan canggih seperti kendaraan taktis SAR, perangkat drone, hingga layanan internet satelit Starlink yang langsung diberangkatkan pagi ini.

Upacara pelepasan pasukan dipimpin oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, di Markas Polda Riau, Pekanbaru, pada Sabtu (29/11/2025). Dalam arahannya, ia menekankan bahwa misi kemanusiaan ini merupakan wujud nyata komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Kita melepas personel Brimob dan Samapta Polda Riau untuk membantu penanganan banjir dan longsor di Sumatera Barat. Ini adalah bukti nyata bahwa di mana ada masyarakat membutuhkan, di situ negara harus hadir dan polisi harus melayani,” tegas Irjen Herry Heryawan.

Sebanyak 290 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Direktorat Samapta, Polairud, dan Brimob diberangkatkan dengan perlengkapan lengkap guna mendukung Operasi Aman Nusa II. Mereka membawa sejumlah peralatan SAR penting seperti tenda medis, pelampung, dapur lapangan, genset, drone, hingga peralatan evakuasi guna memastikan penanganan bencana berjalan efektif.

Polda Riau juga mengerahkan armada pendukung yang terdiri dari 5 bus Brimob, 4 truk peralatan Brimob, mobil water treatment, mobil penghasil air, 3 bus Ditsamapta, rantis K-9, rantis SAR, ambulans Biddokkes, mobil DVI, truk Polairud, mobil tanki logistik BBM, serta perangkat komunikasi seperti repeater, Vicon, HT Motorola, dan internet satelit Starlink.

Operasi kemanusiaan ini fokus pada empat prioritas utama: evakuasi warga terdampak, pembukaan akses jalan dan pembersihan material longsor ringan, distribusi bantuan secara cepat dan merata, serta penguatan pengamanan agar distribusi bantuan berlangsung aman tanpa hambatan.

“Seluruh langkah ini dilakukan secara terkoordinasi dengan Polda Sumbar, BPBD, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait,” ujar Kapolda yang akrab disapa Herimen.

Ia menegaskan bahwa respons cepat bukan sekadar slogan semata, melainkan bukti kesiapsiagaan nyata Polri dalam menghadapi situasi darurat. Setiap personel harus siap diterjunkan kapan saja saat dibutuhkan.

“Ketika informasi diterima, kekuatan langsung dihitung, dan dalam hitungan jam pasukan sudah diberangkatkan. Inilah makna readiness Polri—siap bergerak kapanpun, di manapun, untuk siapapun,” tandasnya.


Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 2025, Sumatera Barat masuk dalam daftar wilayah rawan longsor dan banjir bandang akibat curah hujan ekstrem yang melanda sejak awal November. Studi dari Pusat Studi Bencana Universitas Andalas mencatat peningkatan frekuensi bencana hidrometeorologi sebesar 40% dalam lima tahun terakhir di Sumatera Barat, didorong oleh perubahan iklim dan degradasi hutan di kawasan hulu.

Sebuah studi kasus dari bencana serupa di Solok Selatan (2024) menunjukkan bahwa keterlibatan cepat aparat keamanan mampu menurunkan angka korban hingga 60% melalui evakuasi massal dan distribusi logistik yang terkoordinasi. Infografis dari BNPB juga mencatat bahwa keterlibatan multi-instansi seperti TNI, Polri, Basarnas, dan relawan meningkatkan efektivitas penanganan bencana hingga 75% dibandingkan respons tunggal instansi.

Kehadiran internet satelit Starlink dalam operasi ini menjadi terobosan signifikan, mengingat jaringan komunikasi terestrial sering terputus akibat bencana. Data dari UN OCHA (2024) menunjukkan bahwa daerah dengan akses komunikasi stabil selama bencana memiliki tingkat koordinasi penanganan 3 kali lebih efisien.

Saat ini, Sumatera Barat sedang menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Keterlibatan Polda Riau bukan hanya soal logistik, tetapi juga simbol solidaritas nasional di tengah cobaan alam. Dalam situasi krisis, setiap detik berarti nyawa, dan setiap langkah terkoordinasi adalah harapan bagi masyarakat yang terdampak. Mari terus dukung upaya kemanusiaan ini dengan doa, informasi akurat, dan semangat kebersamaan yang tak tergoyahkan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan