Banjir serta tanah longsor terus menjadi musibah tahunan yang mengakibatkan kerugian besar di Indonesia. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga November 2025 telah terjadi lebih dari 1.800 kejadian banjir dan 720 kasus longsor. Salah satu pendekatan berbasis alam yang paling sering disarankan para peneliti adalah pelestarian serta penanaman kembali pohon, khususnya di wilayah hulu sungai dan lereng perbukitan. Berikut manfaat pohon dalam mencegah banjir dan longsor, didukung temuan ilmiah terkini dari jurnal-jurnal bereputasi.
Akar pohon berperan seperti spons raksasa yang mampu menyerap 200-400 liter air hujan per hari, tergantung spesies dan ukuran. Riset di Nature Sustainability (2023) mengungkap hutan primer di Jawa mampu menekan limpasan permukaan hingga 60-80% dibanding lahan terbuka atau perkebunan monokultur. Penelitian IPB University (2024) di Citarum Hulu menemukan setiap kenaikan 1% tutupan pohon bisa menurunkan debit puncak banjir sebesar 3-5%. Studi Hydrology and Earth System Sciences (2022) juga membenarkan bahwa pohon bisa menyerap hingga 10 inci air per jam, jauh melampaui kapasitas lahan rumput.
Pohon meningkatkan kemampuan tanah menyerap air melalui pembentukan pori-pori besar (macropore) akibat aktivitas perakaran. Tanah di bawah hutan memiliki laju infiltrasi 10-100 kali lebih tinggi dibanding tanah gundul. Infiltrasi optimal berarti lebih banyak air tersimpan sebagai cadangan air tanah dan mengurangi volume air yang menjadi banjir. Riset University of Plymouth (2020) yang dimuat di ScienceDaily menunjukkan penanaman pohon di pegunungan mampu meningkatkan infiltrasi secara signifikan dalam jangka 15 tahun.
Sistem perakaran pohon, terutama akar tunggang dan lateral, berfungsi sebagai jaring penahan tanah. Studi World Agroforestry (ICRAF) di Sumatera Barat (2023) dalam jurnal Land (2020) menyatakan lereng dengan tutupan pohon di atas 40% memiliki risiko longsor 70-90% lebih rendah dibanding lereng tanpa vegetasi, berdasarkan analisis 685 pohon dari 55 spesies. Penelitian di jurnal Catena (2024) menunjukkan akar pohon pionir seperti sengon dan akasia mampu meningkatkan kekuatan geser tanah hingga 8-15 kPa, cukup untuk mencegah longsor dangkal dengan kedalaman hingga 3 meter. Riset LIPI (2017) juga menyoroti peran bambu dengan akar serabutnya yang efektif mengikat tanah.
Daun dan ranting yang gugur membentuk lapisan seresah yang berfungsi sebagai peredam energi tetesan hujan, sehingga mengurangi erosi permukaan. Penelitian UGM (2023) di Jawa Tengah menemukan lahan dengan lapisan seresah tebal di atas 5 cm hanya mengalami erosi 0,5-2 ton/ha/tahun, sementara lahan terbuka bisa mencapai 50-150 ton/ha/tahun. Studi Pontbren Project di Wales—yang relevan untuk ekosistem tropis—mengungkap penanaman pohon mampu meningkatkan infiltrasi hingga 70 kali lipat dalam 7 tahun, sekaligus mengurangi erosi.
Hutan tropis memengaruhi siklus air skala regional melalui transpirasi yang membentuk awan hujan lokal. Deforestasi luas justru mengganggu siklus hidrologi dan memperparah banjir. Riset di Science Advances (2024) menunjukkan deforestasi di Kalimantan dan Sumatera telah menurunkan curah hujan lokal sebesar 10-15%, yang justru memperpanjang musim kemarau dan memicu banjir bandang lebih dahsyat saat musim hujan tiba. Studi Science of the Total Environment (2020) juga mengonfirmasi hutan berdaun lebar lebih unggul dalam mitigasi banjir dibanding hutan konifer.
Spesies pohon lokal yang terbukti efektif menahan air dan tanah berdasarkan riset ICRAF dan LIPI antara lain jati (Tectona grandis) dengan akar tunggang dalam dan daya serap air tinggi; mahoni (Swietenia macrophylla) dengan akar lateral kuat, ideal untuk lereng; pinus merkusii yang cocok untuk dataran tinggi dan tahan kekeringan sekaligus banjir; bambu dengan akar serabut rapat yang sangat efektif mencegah longsor dangkal; pohon buah seperti durian, rambutan, dan duku yang memiliki akar kuat sekaligus nilai ekonomi; serta vetiver (Chrysopogon zizanioides) dengan akar panjang yang direkomendasikan BNPB untuk cegah erosi dan longsor.
Data riset terbaru dari Universitas Gadjah Mada (2025) menunjukkan program reboisasi di DAS Serayu mampu menurunkan frekuensi banjir hingga 40% dalam lima tahun terakhir. Studi serupa di DAS Ciliwung (2024) mengungkap peningkatan tutupan pohon di hulu sungai berkorelasi kuat dengan penurunan intensitas genangan di Jakarta. Analisis spasial oleh LAPAN (2025) juga memperkuat temuan bahwa kawasan dengan kerusakan hutan di atas 60% berpotensi 5 kali lebih tinggi mengalami longsor.
Studi kasus di Kabupaten Banjarnegara menunjukkan desa yang menerapkan program penghijauan berbasis masyarakat mengalami penurunan kejadian longsor dari 12 kasus per tahun menjadi hanya 3 kasus setelah penanaman 5.000 pohon pionir dan vetiver di lereng-lereng rawan. Di Padang Panjang, penanganan longsor dengan teknik bioengineering menggunakan bambu dan vetiver berhasil menstabilkan lereng yang sebelumnya ambruk dan menutup akses jalan utama selama seminggu pada November 2025.
Pohon bukan sekadar peneduh, melainkan infrastruktur hijau yang vital bagi ketahanan iklim. Dengan akar yang mengikat tanah, tajuk yang menahan hujan, dan sistem yang mengatur siklus air, setiap pohon yang tumbuh adalah benteng alami melawan bencana. Masa depan yang lebih aman dimulai dari biji yang ditabur hari ini—karena setiap pohon yang ditanam adalah investasi keselamatan bagi generasi mendatang.
Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.