Koboi Curanmor dan Teman Serang Warga di Bekasi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Dua pria yang terlibat dalam aktivitas pencurian kendaraan bermotor di Kota Bekasi berhasil ditangkap oleh polisi. Keduanya memakai senjata api (senpi) yang dirakit sendiri. Pelaku ini sebelumnya telah melakukan tindakan serupa di Bandar Lampung, Lampung, yang kemudian menjadi perdebatan di media sosial. Dalam insiden tersebut, pelaku melepaskan lima tembakan ketika warga mencoba menghentikan aksi mereka.

“Tindakan mereka melibatkan penembakan lima kali ke arah warga saat upaya pencurian digagalkan,” kata AKBP Ressa Fiardy Marasabessy dari Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya kepada wartawan, Selasa (28/10/2025).

Kejadian ini terjadi pada September 2025 dan menjadi viral di berbagai platform media sosial. Setelah melakukannya, pelaku menghilang selama tiga pekan sebelum kembali beraksi.

Pelaku kemudian pindah ke Bekasi untuk melanjutkan aktivitas mereka. Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap keduanya pada Senin (20/10). Ketika ditangkap, pelaku memberontak dan melepas empat tembakan ke arah petugas penegak hukum.

“Kedua pelaku yang membawa senjata api rakitan menembakkan empat kali ke arah petugas,” kata Ressa. Namun, meskipun terjadi perlawanan, keduanya berhasil ditangkap tanpa meninggalkan korban luka atau jiwa baik dari warga maupun polisi.

Setelah penangkapan, pelaku ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara. Barang bukti juga telah disita, termasuk dua senjata api rakitan, amunisi, kunci leter T, dan sebuah kendaraan motor yang diduga hasil curian.

Kedua pelaku juga sempat melepas tembakan ke arah petugas saat penangkapan, sebanyak empat kali. Ressa menekankan bahwa tidak ada korban dari tindakan tersebut.

Perkara pencurian dan penembakan ini membuktikan betapa pentingnya keamanan publik dan tanggung jawab warga dalam melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang. Pelaku yang berani melakukan tindakan kriminal dengan senjata api rakitan menunjukkan adanya masalah yang perlu ditangani dengan serius. Kasus ini juga menunjukkan keberhasilan polisi dalam menangkap pelaku dengan minim kerugian bagi masyarakat.

Masyarakat disarankan selalu waspada dan berkoordinasi dengan polisi dalam menghadapi masalah keamanan. Kerjasama antara warga dan penegak hukum menjadi kunci utama dalam mencegah dan mengatasi tindak kriminal. Dengan semangat gotong-royong, masyarakat dapat membangun lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan