Mengharuskan Maaf dari Menhut atas Insiden Pembakaran Mahkota Cendrawasih di Papua

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memohon maaf kepada masyarakat Papua terkait insiden pembakaran opset dan mahkota cenderawasih oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua. Hal ini dia ungkapkan saat berkunjung ke Bali dalam kunjungan kerja dengan Komisi IV DPR RI. Raja Juli berjanji akan mengadakan rapat daring dengan seluruh BKSDA untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Menurutnya, meskipun pengrusakan barang bukti dalam penegakan hukum terhadap perdagangan satwa dilindungi secara hukum, tindakan tersebut telah menimbulkan ketersinggungan di Papua. Oleh karena itu, ia mengirim tim ke Papua untuk berdiskusi dengan Majelis Rakyat Papua dan mahasiswa setempat.

Raja Juli juga menekankan pentingnya memperhatikan kearifan lokal agar tindakan serupa tidak terjadi di Papua maupun daerah lain. Selain itu, dia menegaskan bahwa perhatian utama saat ini adalah tantangan konservasi burung cenderawasih, termasuk masalah penangkaran yang kompleks.

Anggota Komisi IV DPR RI, Sulaeman L Hamzah, menambahkan bahwa pembakaran mahkota cenderawasih telah menyebabkan berbagai reaksi di berbagai daerah. Dia mengingatkan pemerintah untuk memberikan keterangan yang dapat meredakan ketegangan masyarakat.

Penyelesaian konflik seperti ini membutuhkan pendekatan yang cermat, mengintegrasikan aspek hukum dan budaya lokal. Hal ini penting untuk menjaga harmoni dan menjamin keberlanjutan konservasi satwa dilindungi dengan menghormati nilai-nilai tradisional masyarakat setempat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan