Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, secara resmi memulai UISPP Inter-Regional Conference 2025 dengan tema “Asian Prehistory Today: Bridging Science, Heritage, and Development” yang dilaksanakan di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Dalam sambutannya, dia merayakan konferensi ini sebagai platform untuk membahas evolusi manusia, warisan budaya, dan masa depan kebudayaan global. Fadli menyatakan bangga karena Indonesia menjadi tuan rumah acara yang mengungkap nilai sejarah lebih luas dari hanya warisan nasional. Ini adalah peringatan prasejarah bersama Asia dan sebagian besar dunia.
Konferensi ini menjadi bagian dari agenda internasional UISPP (Union Internationale des Sciences Préhistoriques et Protohistoriques) dengan dukungan Kementerian Kebudayaan melalui Museum dan Cagar Budaya. Acara ini menarik perhatian akademisi, peneliti, konservator, dan praktisi dari berbagai negara untuk berbagi penemuan terbaru dan membahas perkembangan ilmu prasejarah. Tidak hanya berfokus pada penelitian Indonesia, konferensi ini juga membuka wawasan tentang warisan Asia Tenggara, Asia, dan global. Diharapkan dapat meningkatkan posisi akademik Indonesia dalam arkeologi dunia dan membuka kolaborasi internasional dalam pelestarian budaya.
Fadli menegaskan kayanya sejarah dan budaya Indonesia yang menjadi warisan dunia. Negara ini menjadi rumah bagi lebih dari 1.340 suku dan 718 bahasa, sekitar 10% dari warisan linguistik global. Ini bukan hanya biodiversitas, tetapi keragaman peradaban yang meliputi sistem pengetahuan, ritual, epos lisan, pengelolaan sumber daya alam, seni, dan tradisi maritim. Indonesia juga menyimpan jejak kehidupan manusia selama jutaan tahun.
Fadli mencatat rencana repatriasi fosil Pithecanthropus Erectus yang ditemukan Eugène Dubois 135 tahun lalu di Sungai Bengawan Solo. Ini merupakan langkah sejarah dalam mengembalikan hak dan kedaulatan budaya nasional. Sebagian besar fosil Homo Erectus dunia berasal dari Indonesia, namun selama satu abad, fosil-fosil tersebut dipelajari di luar negeri. Bulan lalu, Kementerian Kebudayaan berhasil memulangkan 28.131 fosil dari Belanda, termasuk catatan kontekstual dari Jawa dan Sumatra. Hal ini dianggap sebagai tindakan keadilan restoratif dan rekonsiliasi historis.
Selain fosil, Indonesia juga menyimpan gua prasejarah yang menceritakan asal-usul manusia, adaptasi, dan kreativitas. Di Sulawesi Selatan, terdapat lukisan naratif tertua dunia berusia 51.200 tahun. Di Sumatra Barat, Gua Lida Ajer menunjukkan keberadaan Homo Sapiens di hutan hujan tropis sejak 60.000 tahun yang lalu. Gua Harimau di Sumatera Selatan menampung urutan budaya dari 22.000 tahun yang lalu hingga Zaman Logam awal. Sementara itu, gua-gua di Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara menyimpan ribuan piktograf tentang berburu, ritual, dan aktivitas pelaut Austronesia.
Fadli memaknakan keberadaan koleksi gua-gua tersebut sebagai bukti keterkaitan budaya Indonesia dengan Asia Tenggara dan Indo-Pasifik. Dia menegaskan pentingnya pelestarian, pemanfaatan, dan pengembangan warisan budaya dalam era globalisasi dan teknologi. Tema konferensi yang menekankan sinergi antara sains, warisan, dan pembangunan dinilai sangat relevan.
Fadli juga mengutip amanat konstitusi UUD 1945 pasal 32 ayat 1 yang mewajibkan negara untuk memajukan kebudayaan nasional. Hal ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dalam menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan. Budaya Indonesia tidak hanya berakar kuat di dalam negeri, tetapi juga memiliki resonansi global. Ini menjadi soft power untuk menyatukan bangsa, membangun dialog, dan mendorong transformasi ekonomi.
Pemerintah Indonesia berkomitmen membangun identitas nasional dan menyatukan bangsa melalui pelindungan warisan budaya, pengembangan budaya, dan diplomasi budaya. Fadli mengajak komunitas UISPP dan para peserta untuk bekerja sama dalam mengelola dan menjaga warisan budaya. Dia mengundang mereka untuk ikut serta di lokasi-lokasi seperti Sangiran, Maros-Pangkep, Gua Harimau, Lida Ajer, Sangkulirang-Mangkalihat, dan Muna. Kolaborasi ini diharapkan dapat membentuk standar baru dalam restitusi, pengelolaan bersama, akses koleksi, dan sains yang memperkuat kehidupan serta hak komunitas lokal.
UISPP President Jacek Kabaciński mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan konferensi yang diikuti oleh perwakilan dari 40 negara. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Prancis-Indonesia. Kabaciński berharap diskusi selama 10 hari ke depan dapat sukses dan produktif.
Konferensi UISPP dilaksanakan di tiga lokasi utama: UKSW Salatiga, Museum Manusia Purba Sangiran, dan Museum Ullen Sentalu Yogyakarta. Selama 10 hari (27 Oktober-6 November 2025), acara ini menawarkan berbagai kegiatan seperti simposium, seminar, pameran ekslusif, hingga tur ke situs warisan dunia UNESCO. Kehadiran konferensi UISPP diharapkan tidak hanya mempromosikan budaya Indonesia, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan prasejarah dan memperkuat posisi Indonesia dalam komunitas ilmiah internasional.
Dalam sambutan pembuka, hadir pula Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, Presiden UISPP Prof Jacek Kabaciński, Koordinator Komite Ilmiah APT 2025 Prof Harry Widianto dan Prof François Sémah, Rektor UKSW Prof Intiyas Utami, Ketua Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN Herry Yogaswara, serta Direktur Institut Français d’Indonésie Jules Irmann. Mendampingi Fadli Zon hadir Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan Anindita Kusuma Listya, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Prof Dr Ismunandar, Kepala Museum Cagar Budaya Abi Kusno, dan Penanggung Jawab Museum Manusia Purba Sangiran Marlia Yulianti Rosyidah.
Warisan budaya Indonesia bukan hanya milik kemarin, tetapi juga milik masa depan. Melalui kolaborasi global, kita dapat menjaga keberlanjutan warisan kita, menjadikannya jembatan pengetahuan, dan menginspirasi generasi mendatang. Mari bersama-sama mempertahankan cerita yang tak tergantikan ini, agar peradaban manusia terus berkembang dengan hormat dan kebanggaan.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.