Mikroplastik, yang terdiri dari potongan plastik dengan ukuran sangat kecil, menjadi salah satu masalah lingkungan yang paling serius saat ini. Data terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa hujan di Jakarta mengandung partikel ini, yang mengingatkan kita akan pentingnya memahami risiko mikroplastik terhadap kesehatan manusia.
Partikel mikroplastik memiliki ukuran kurang dari 5 milimeter, bahkan ada yang lebih kecil dari butiran pasir. Mereka tumbuh dari plaatik yang lebih besar, seperti botol atau kantong plastik, yang lama-kelamaan hancur di alam sekitar. Walaupun dampak mikroplastik terhadap lingkungan sudah sebelumnya diperhatikan, pengaruhnya terhadap kesehatan manusia baru mulai mendapat perhatian serius dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian menunjukkan bahwa partikel ini dapat masuk ke tubuh melalui makanan, air, dan bahkan udara yang tercemar.
Beberapa organ tubuh yang terpapar mikroplastik termasuk:
Otak
Perkembangan terbaru dari penelitian tahun 2025 yang diterbitkan di Toxicology and Environmental Health dengan judul “Bioaccumulation of microplastics in decedent human brains” mengungkapkan adanya potongan mikro dan nanoplastik dalam jaringan otak manusia setelah kematian. Penelitian ini memeriksa sampel dari otak, hati, ginjal, tiroid, dan paru-paru beberapa individu di Amerika Serikat, dan menemukan bahwa otak memiliki konsentrasi partikel ini 7 hingga 30 kali lebih tinggi dibandingkan organ lain. Partikel berukuran nano bahkan diduga mampu menyelepai blood-brain barrier, lapisan pengaman yang biasanya melindungi otak dari zat berbahaya. Hal ini dapat menyebabkan peradangan saraf dan stres oksidatif, yang kemudian mungkin berkontribusi terhadap penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.
Jantung dan pembuluh darah
Pada tahun 2024, sebuah penelitian yang dimuat di New England Journal of Medicine dan dilaporkan oleh The Guardian menemukan bahwa jaringan jantung manusia yang diambil saat operasi bypass mengandung mikroplastik. Selain itu, studi di Italia yang muncul di NEJM pada tahun yang sama mengungkapkan bahwa partikel plastik juga ditemukan dalam plak arteri pasien penyakit jantung koroner. Pasien yang memiliki partikel ini dalam arteri mereka memiliki risiko dua kali lipat lebih tinggi mengalami stroke, serangan jantung, atau kematian dalam waktu tiga tahun dibandingkan pasien yang tidak memiliki partikel tersebut.
Paru-paru
Penelitian di Science of the Total Environment (2023) menemukan mikroplastik dalam 11 dari 13 sampel paru-paru manusia. Kebanyakan partikel berasal dari serat sintetis, seperti poliester dan nilon, yang sering dilepas dari pakaian dan debu rumah. Paparan jangka panjang terhadap partikel ini dapat memicu inflamasi paru, memperburuk asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta meningkatkan risiko kanker. Beberapa partikel bahkan kecil enough untuk masuk ke dalam aliran darah.
Organ pencernaan: hati, ginjal dan usus
Mikroplastik sering masuk ke tubuh melalui sistem pencernaan dan ekskresi. Studi di Environmental International (2020) menunjukkan adanya potongan mikroplastik dalam tinja manusia di berbagai negara, dengan perkiraan rata-rata 2.000 partikel yang ditelan setiap minggu dari makanan dan air. Partikel ini dapat menumpuk di hati dan ginjal, menyebabkan stres oksidatif, gangguan metabolik, dan inflamasi kronis. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa partikel plastik dapat merusak fungsi detoksifikasi hati dan memicu fibrosis ginjal, meski dampaknya pada manusia masih perlu penelitian lebih lanjut.
Informasi terbaru menunjukkan bahwa mikroplastik telah menyebar ke berbagai bagian tubuh manusia, termasuk otak, jantung, paru-paru, hati, ginjal, dan usus. Dampaknya yang mungkin pada kesehatan, seperti penyakit neurodegeneratif, masalah jantung, dan gangguan pencernaan, menuntut kita untuk lebih serius dalam mengurangi penggunaan plastik dan meningkatkan pengawasan terhadap kontaminasi lingkungan. Kita semua harus bersatu untuk melindungi planet dan kesehatan kita dari bahaya mikroplastik.
Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.