Anak Cerdas Berpotensi Hidup Lebih Lama Menurut Studi Lama

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Di Jakarta, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dengan kecerdasan tinggi cenderung memiliki umur panjang. Data yang dikumpulkan selama bertahun-tahun mengungkap bahwa individu dengan skor IQ lebih tinggi sejak usia muda memiliki peluang lebih besar untuk mencapai usia 70 tahun dibandingkan rekan seumur mereka yang memiliki prestasi lebih rendah.

Studi menemukan bahwa setiap peningkatan poin dalam tes kecerdasan semasa kanak-kanak terkait dengan penurunan risiko kematian hingga 24 persen, dalam jangka waktu 17 hingga 69 tahun. Peneliti dari University of Edinburgh menegaskan bahwa walaupun ada hubungan genetik antara kecerdasan pada masa kanak-kanak dengan panjang umur, faktor lain juga memainkan peran penting.

Dr. David Hill, salah satu peneliti, menjelaskan bahwa lingkungan dapat mempengaruhi ekspresi gen yang terkait dengan kognisi dan umur panjang. “Hal ini tidak berarti hubungan tersebut tak terelakkan. Dengan mengubah lingkungan, mungkin dapat diubah ekspresi gen yang terkait dengan kualitas ini,” katanya.

Dalam penelitian yang melibatkan lebih dari 400.000 individu, ilmuwan mengumpulkan data genetik tentang fungsi kognitif anak-usia 6 hingga 18 tahun, kemudian membandingkannya dengan data genetik mengenai harapan hidup. Hasilnya menunjukkan hubungan kuat antara keduanya, memberikan bukti bahwa faktor biologis memainkan peran penting.

Dr. Hill juga menjelaskan bahwa kemampuan kognitif tinggi sejak dini dapat mengarah pada pendidikan yang lebih baik, yang pada akhirnya memberikan akses ke lingkungan yang lebih mendukung kesehatan. Selain itu, varian genetik yang terkait dengan kecerdasan semakin membantu tubuh dan otak dalam menahan gangguan lingkungan.

Temuan ini menunjukkan bahwa manfaat menjadi anak cerdas tidak hanya terbatas pada prestasi akademis, tetapi juga pada kesehatan jangka panjang. Peneliti menekankan pentingnya mendukung perkembangan kognitif pada masa kanak-kanak, karena dampaknya melampaui hanya prestasi sekolah. Kebijakan pendidikan dan intervensi dini yang fokus pada kognisi dapat memiliki dampak positif yang lebih luas bagi kesehatan masyarakat.

Anak yang cerdas bukan hanya memiliki kesempatan lebih baik dalam pendidikan, tetapi juga mempersiapkan tubuh dan pikiran mereka untuk menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik. Investasi pada perkembangan kognitif sejak dini tidak hanya membuka pintu ke sukses akademis, tetapi juga ke hidup yang lebih sehat dan panjang. Jangan hanya pandang cerdas sebagai asset untuk prestasi, tetapi juga sebagai fondasi untuk kesehatan yang berkelanjutan.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan